Home > Sejarah > Asal - Usul > Asal-Usul Nama Desa Lebakbarang Kabupaten Pekalongan

Asal-Usul Nama Desa Lebakbarang Kabupaten Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Semakin hari semakin terkenal saja daerah perbukitan di Kabupaten Pekalongan. Tak terkecuali Desa Lebakbarang yang mempunyai eksotisme alam yang tak kalah menarik dari Petungkriyono. Namun siapa sangka jika Desa Lebakbarang mempunyai sejarah penting dan bagaimana asal-usul nama desa Lebakbarang ini ? Mari kita simak bersama.

Lebakbarang kabupaten pekalongan

Dikutip dari Kecamatanlebakbarang.blogspot, Nama Lebakbarang artinya sebuah lembah yang banyak tersimpan barang-barang berharga berupa senjata dan barang-barang berharga lainnya pada jaman Mataram.

Sejarah :

Dahulu sekitar tahun 1824 masehi, Ki Kertijaya yang merupakan Prajurit Pangeran Diponegoro ingin menyelamatkan benda-benda pusaka dari Kerajaan Mataram. Bersama saudaranya Ki Anggayana, beliau meminta ijin mendirikan rumah di sebuah bukit. Kemudian disusul menantunya bersama Ki Sapto Perling.

Baca juga : Asal usul Pindang Tetel, Kuliner Khas Pekalongan

Ki Sapto Perling ini keturunan bangsawan Mataram dan Majapahit, beliau merupakan seorang ahli agama dan ilmu kanuragan. Oleh karena itu banyak orang tua yang menyekolahkan anak-anak mereka kepada beliau.

Tempat tinggal Ki Kertijaya dan Ki Sapto ini disebut dengan Mahameru, yang berasal dari kata Mahama yang berarti Tempat yang sering didatangi makhluk, dan warga menjuluki Ki Sapto ini dengan nama Ki Ageng Mahameru.

Di Puncak Mahameru (kediaman Ki Kertijaya dan Ki Sapto) ini, terdapat banyak benda-benda pusaka yang di kumpulkan Ki Kertijaya. Sehingga warga sekitar yang ikut bermukim disekitar wilayah itu menyebut Puncak Mahameru dengan istilah ” Kebak Barang “. Dari istilah Kebak Barang lama-lama menjadi Mahameru Lebak Barang, sehingga kata tersebut dijadikan nama desa untuk wilayah tersebut.

Baca : Asal – Usul Nama Desa Noyontaan Kota Pekalongan

Disana terdapat makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Makam tersebut dikenal dengan Puncak Makam Mahameru. Mahameru berasal dari bahasa Jawa (aksara jawa yaitu dari kata Maha : 17 (rakaat) dan mara 20 (sifat wujud Allah). Jadi Mahameru berarti 17 yang menandakan bahwa yang dimakamkan di Puncak Mahameru adalah para Aulia/Wali yang selalu mengamalkan ajaran islam.

Komplek Pemakaman Ki Ageng Mahameru terdiri dari 2 lokasi, yaitu :

1. Lokasi Bawah / Pohon Beringin

lokasi bawah adalah makam kakak beradik/ saudara kembar, yaitu : Ki Kertijaya dan Ki Anggayana. Kedua orang ini berasal dari daerah Banjarnegara sebagai Prajurit Pangeran diponegoro pada Jaman Kerajaan Mataram.

2. Lokasi Atas (Puncak Mahameru)

Pada lokasi puncak bersemayam Ki Sapto Perling yang berasal dari daerah Jogyakarta yang merupakan menantu dari Ki Kertijaya. Beliau masih memiliki keturunan darah biru dari Mataram sekaligus keturunan dari Majapahit dan juga seorang ulama pada jaman itu yang menjadi panutan dan pimpinan di kawasan Mahameru dan daerah sekitarnya.

Baca juga : Kisah Ki Bahurekso, Adipati Kendal Pertama dan Babat Pekalongan

View Curug Cinde - Lebakbarang
View Curug Cinde – Lebakbarang

 

Begitulah sejarah nama Lebakbarang, wilayah pedesaan yang memiliki bentang alam yang indah dan curug-curug yang cantik. Mempelajari sejarah sendiri itu sangat menarik, so mari kenali sejarah-sejarah di kota tercinta ini.

Semoga ini bisa bermanfaat. Salam Cinta Pekalongan (y)

 

Sumber :
Kecamatanlebakbarang.blogspot
Instapekalongan (@rafikaciptap)

Foto : Instapekalongan

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com