Home > Opini & Rubrik > Banjir Rob & Tenggelamnya Pekalongan 34 cm per Tahun

Banjir Rob & Tenggelamnya Pekalongan 34 cm per Tahun

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Pekalongan sudah dilanda Banjir Rob lebih dari 1 dekade. Banjir Rob banyak meninggalkan persoalan dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, sosial budaya, dan yang pasti ekonomi.

Sejak tahun 2002 Pekalongan terdampak perubahan iklim secara langsung dengan adanya banjir rob, dan hingga tahun 2018 di wilayah Kota Pekalongan sudah 31% luas wilayahnya tergenang air laut bahkan secara permanen dan terus meluas.

Isu banjir rob bukanlah rekayasa semata, namun realita yang harus kita atasi bersama di tanah Pekalongan. Bahkan di beberapa negara yang juga terdampak naiknya air laut seperti Italia, filipina, thailand, dan mexico telah mempersiapkan infrastruktur guna menanggulangi bencana ini.

Banjir Rob Pekalongan
Total Wilayah Banjir Rob Pekalongan

Bagaimana dengan Pekalongan ?

Seperti pada umumnya wilaya pesisir pulau Jawa bagian utara, rencana penanggulangan dari dampak perubahan iklim ini sangatlah terlambat. Terkhusus di Pekalongan sendiri, sudah lebih dari 1 dekade air laut yang naik (banjir rob) terus menghantui warga di 9 kelurahan setiap harinya.

Pembangunan infrastruktur untuk mencegah pun belum memadai, hal ini bisa dilihat dari tata kelola ruang yang ada. Kemudian rendahnya tata ruang terbuka hijau dan daerah resapan air yang masih belum memenuhi standar dari ketetapan yang diharuskan.

Baca juga : Mari Belajar Dari Genangan

Proyek pembuatan tanggul raksasa untuk menangani banjir rob pun belum bisa menjadi penjamin masalah ini selesai, karena sesungguhnya solusi ini adalah solusi sistomik (instan) dan perlu diimbangi dengan solusi sistemik (alami).

Jika memang ingin membuat tanggul agar air laut tidak masuk daratan kenapa tidak dibuat di bibir pantai saja sekalian bukannya dibangun membentang di tengah pemukiman warga. Karena fakta dilapangan air dari utara ke selatan karena terhalang oleh tanggul menjadi berbelok menuju ke sisi sebelah timur yang sebelumnya sudah aman.

Dan konon tanggul ini dibangun 3 meter tingginya dan sangat diragukan efektifitasnya karena 3 meter ini bukan diukur dari tanah yang dipijak melainkan dari dasar air yang masuk ke daratan.

Citra Satelit Penurunan Tanah Pekalongan
Citra Satelit Penurunan Tanah Pekalongan

 

Benarkan Banjir Rob 100% dampak Perubahan Iklim ?

Tidak benar, jika dilihat kasat mata memang bajir rob adalah naiknya permukaan air laut menenggelamkan daratan hal ini dipicu karena perubahan iklim yang ekstrim yakni memanasnya suhu di bumi sehingga mencairkan es yang ada di kutub.

Dan perlu diketahui, Pekalongan merupakan kota dengan tingkat penurunan permukaan tanah tercepat di dunia. Lebih cepat dari Jakarta yang banyak disebut paling cepat oleh pemberitaan media di Indonesia dan dunia. Artinya tanah Pekalongan yang dahulu dipercaya terbentuk karena sedimentasi terus mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Apa penyebabnya ? Jelas karena rusaknya daerah resapan air dan tata kelola yang buruk, juga yang jelas dan yang pasti karena penyedotan air tanah yang dilaksanakan secara masif oleh para pelaku industri maupun untuk kebutuhan air bersih warga.

Baca juga : Aktivis Jepang Kagumi Kampanye Makan Sampah Plastik Pekalongan

Kebijakan yang salah juga mempercepat keadaan Pekalongan menuju kehancuran, yakni salah satunya kebijakan pembuatan sumur bor untuk pamsimas di setiap sudut kelurahan. Jadi bukan hanya pelaku industri saja yang bertanggung jawab namun produk dari kebijakan yang dikeluarkan juga sangat berpengaruh.

Penyebab Banjir Rob Pekalongan
Penyebab Banjir Rob Pekalongan

Bayangkan dalam 1 kalurahan saja paling tidak ada 2 hingga 3 sumur bor pamsinas yang dibangun dikali dengan jumlah keluarahan yang ada di kota dan sebagian di kabupaten Pekalongan. Benar jika tanah Pekalongan akan semakin cepat mengalami penurunan dan wilayah Pekalongan pun akan hilang dari peta dunia. Semoga tidak terjadi.

Menurut data dari penelitian yang dilakukan oleh kemitraan, Pekalongan mengalami penurunan tanah berkisar antara 25 – 34 cm setiap tahunnya. Sungguh fakta yang tidak boleh disepelakan dan diabaikan. Harus segera ditangani.

Apa yang Harus dilakukan ?

Tentunya dalam menghadapi ini tidak boleh satu pihak saja yang harus bekerja, melainkan semua pihak bahkan seluruh elemen masyarakat harus bertindak. Karena jika mengandalkan kinerja dari pemerintah akan sangat lambat dan tentunya berbelit seperti pada umumnya birokrasi di Indonesia.

Solusi Banjir Rob

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Pekalongan tidak semakin tenggelam dan menyisakan kenangan bak dongeng negeri atlantis semata, yakni :

1. Kebijakan yang Pro Lingkungan
2. Keseimbangan Infrastruktur Beton dan Infrastruktur Hijau
3. Tindakan agar lebih mencintai lingkungan tempat tinggal

Untuk pembahasan selengkapnya tentang fakta Pekalongan tenggelam 34 cm bisa sedulur simak di video dibawah ini.

 

Dengan melihat fakta realita yang ada, apakah kita hanya ingin menjadi penonton saja atau kita mau bertindak agar keselamatan Pekalongan bisa dicapai guna keberlangsungan peradaban anak cucu kita di masa mendatang.

Semua elemen bisa berbuat dan bertindak, dimulai dari hal kecil seperti isu lingkungan yang rusak (masalah sampah, limbah dan lain sebagainya) bisa kita rubah menjadi lingukan yang sehat dan menyehatkan.

Tentunya jangan hanya Talk Only, No Action apalagi cuma maido sana sini membuat lelah sendiri.

Tulisan ini dibuat dan dipublikasikan agar semua pihak dan semua masyarakat terbuka mata hatinya dan tergerak untuk bersama menghadapi permasalahan yang sangat mengancam didepan sana.

Dari masalah lingkungan bisa memberi efek domino ke beberapa aspek kehidupan lain seperti ekonomi, budaya, bahkan sejarah.

Bagaimana pendapatmu sedulur Pekalongan ?

Salam Cinta Pekalongan

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan