Home > Pekalongan > Bukti Pekalongan Poros Tengahnya Pulau Jawa

Bukti Pekalongan Poros Tengahnya Pulau Jawa

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.comBukti Pekalongan Poros Tengahnya Pulau Jawa  – Siapa sangka , Kota kecil yang dikenal lewat batiknya ini merupakan Titik Tengah atau poros tengahnya dari Pulau Jawa. Banyak yang menyebutkan jika Pekalongan berada di tengah – tengah pulau jawa. Lantas dimanakan Titik Nol Kilometer Kota Pekalongan atau Titik Tengah Pulau Jawa ini ?

Mari kira tengok ke Kawasan Budaya Jetayu tepatnya di lapangan Jetayu sebelah selatan. Anda akan menemukan sebuah Tugu kecil berbentuk mirip bus surat jaman dahulu,Tugu ini berada menjorok ke trotoar Lapangan Jetayu Kota Pekalongan. Bagi Pengendara dari arah Museum Batik Nasional atau lewat Jembatan Loji ,akan melihat Tugu ini yang bertuliskan MYPAAL.

Sayangnya, anak – anak zaman sekarang kurang memperhatikan Tugu yang sangat bersejarah ini dan mereka cenderung mengabaikannya. Banyak yang belalu-lalang di Lapangan Jetayu namun tidak mengerti arti bangunan kecil ini. Okelah, mari kita simak penjelasan mengenai Tugu Mungil yang penuh sejarah tersebut.

Baca : Tugu Mylpaal, Cagar Budaya Pekalongan

Dalam sebuah tulisan yang berjudul ”Arsitektur Heritage di Kelurahan Sugihwaras-Kampung Arab Pekalongan, Mau Dikemanakan?” yang ditampilkan di [url=http://www.askarlo.]www.askarlo.[/url] org, oleh Astuti Soekardi menjelaskan, bahwa Tugu MYPAAL itu menandai Kota Pekalongan sebagai poros tengah Pulau Jawa, bahkan disebut poros tengah Indonesia waktu pemerintahan Daendels.

Bukti Sejarah Kota Pekalongan

Kata MYPAAL sendiri berasal dari bahasa Belanda . MYL artinya satuan hitung. PAAL artinya tanda jarak atau titik. Tugu 0 Km , yaitu petunjuk awal jauh-dekatnya jarak jalan. Menurut Astuti dalam tulisan tersebut, Tugu MYPAAL ini dibangun sebagai tonggak awal pembuatan jalan Daendels, yakni jalur pantura sepanjang 1.100 kilometer yang digagas H.W. Daendels pada tahun 1808.

Jalan tersebut memanjang dari Anyer-Tangerang-Jakarta-Bogor-Bandung-Cirebon-Tegal-Pekalongan-Kendal-Semarang-Pati-Tuban-Gresik-Surabaya-Pasuruan-Probolinggo-Besuki-Panarukan. Mungkin hingga masa Daendels wilayah (dominan) Indonesia masih meliputi P. Sumatera, P. Jawa, P. Sulawesi, dan P. Bali sehingga benar adanya titik/poros tengah Indonesia adalah di Pekalongan, Jawa Tengah. CMIIW

Tapi sangat disayangkan bila peninggalan bersejarah tidak dipedulikan dan dilestarikan.

Kota Pekalongan sebagai poros Jawa

Ada yang mengatakan bahwa Pekalongan merupakan titik tengah atau 0 Km nya Batang hingga Comal. Misalnya dapat dilihat dari jarak tempuhnya dari beberapa kota. Kota Pekalongan berjarak kurang lebih 400 kilometer dari Jakarta dan 420 kilometer dari Surabaya. Untuk menuju ke Kota Pekalongan dapat ditempuh melalui jalan darat, kereta api cepat lima jam perjalanan dari Jakarta, atau tujuh jam menggunakan bus. Begitu juga waktu tempuh dari Surabaya. Menggunakan kereta api cepat, dibutuhkan waktu sekitar lima jam.

Baca juga : Sejarah Monumen 03 Oktober 1945 di Pekalongan

Teori mengenai Kota Pekalongan merupakan Poros Pulau Jawa memang bisa dibenarkan,karena menilik sejarah Kota Pekalongan pada zaman pendudukan Belanda. Pekalongan mempunyai Gudang Gula terbesar se jawa,GOR Jetayu,serta Jemabatan Loji yang dulunya merupakan sebuah dermaga. Ini menunjukkan kalau kawasan tersebut dulunya merupakan pusat perdagangan di masa Penjajahan Belanda.

Nah,jika sudah begini rasanya sangat bangga menjadi Anak Pekalongan. Masih banyak lagi sejarah-sejarah di Kota Pekalongan yang belum banyak diketahui,untuk itu tetap kunjungi blog ini untuk update informasi seputar Kota Pekalongan.

(Gagah)

Tributte to : Arief Rusman

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com

Check Also

Landmark Dieng

Wisata ke Dieng Lewat Jalur Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Daftar Tempat Merayakan Malam Tahun Baru di Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...