Cerita Mini Berseri : Para Bajingan (Chapter 1) - Ribut Achwandi
Mall Cintapekalongan
Cerita Mini Berseri Para Bajingan

Cerita Mini Berseri : Para Bajingan (Chapter 1) – Ribut Achwandi

Cintapekalongan.com -Jangankan jadi orang baik, menjadi bajingan saja aku masih belum lulus. Iblis, bahkan menertawaiku sambil berkata, “Bajingan kok nanggung!” Dalam hati, aku hanya bisa misuh. Masa, aku yang sudah berpayah-payah jadi bajingan malah diguyu sama Iblis. Apakah Iblis tak punya hati? Apakah ia tak punya dedikasi untuk menghargai usaha muridnya yang goblok ini ?

Cerita Mini Berseri Para Bajingan

Dulu, aku datang ke universitas kejahatan yang dipimpin oleh Iblis ini dengan harapan bahwa aku akan menjadi bajingan yang sukses. Tetapi, rupanya aku masih gagal menempuh ujian kelulusan. IPK ku belum cukup memenuhi kriteria lulus. Baru 2,37. Padahal, sudah sepuluh semester lebih aku tempuh kuliah.

Malam ini, aku masih harus merevisi total skripsiku. Sambil kembali memikirkan mata kuliah apa saja yang mesti aku ikuti ulang. Remidi!

Aha! Rupanya, hampir semua mata kuliah mesti aku ulangi. Nilainya, kalau tidak D ya E. Nilai paling baik hanya C.
Aku pun harus memutar otak. Dan akhirnya, aku putuskan, besok pagi aku harus menemui Iblis di ruangannya.

Melobi. Ya, siapa tahu ia akan berbaik hati. Meluluskanku karena kasihan. Tapi, apa mungkin Iblis punya rasa welas asih? Aku jadi ragu. Tetapi, tak ada salahnya aku mencoba.

Tapi, apakah nanti aku justru akan memalukan almamaterku karena lulus jadi sarjana kejahatan tapi tidak punya kapasitas kejahatan yang memadai? Ah… betapa sulitnya menjadi bajingan karena aku sibuk menopengi diri dengan seolah-olah menjadi orang baik.

Dini hari ini, aku berkirim pesan lewat Whats App kepada Iblis. Aku sampaikan kepadanya keinginanku bertemu di kantornya pagi nanti. Ia membalas. Tetapi, balasannya tak memuaskan. Aku ngotot. Sebab, aku sudah kehilangan akal. Tidak ada cara lain agar aku lulus menjadi bajingan, kecuali dengan menemuinya pagi nanti.

Dia marah karena merasa kiriman pesanku mengganggu waktu istirahatnya. Aku tak terima. Aku nekat menelponnya. Kusampaikan saja padanya, “Pak, tolonglah saya. Saya sudah buang-buang uang untuk studi saya, Pak. Apa tidak ada cara lain agar saya bisa lulus dalam waktu dekat?”

Ia menjawab, “Baru kali ini aku mendengar ada seorang calon sarjana kejahatan, calon bajingan, minta dikasihani. Memalukan!” setelah itu telepon langsung ditutup.

Oke. Aku kalah untuk sementara waktu. Tetapi, lagi-lagi aku tak mau kehabisan akal. Aku langsung menuju ke mesin ATM di sebuah kantor bank dekat pasar. Berniat menguras seluruh isi rekening tabunganku. Ya, kukuras habis. Bis!

Kumasukkan lembar-lembar uang kertas itu ke dalam amplop berwarna cokelat. Pagi nanti, saat jam istirahat, aku akan membawanya ke kantor Iblis. Siapa tahu, ini akan membantuku lulus segera.

Sekarang, aku simpan saja dulu tenagaku. Tidur.

Lanjut Chapter 2

Penulis : Ribut Achwandi


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Ribut Achwandi

SING PENTING 'NGEDAN' NING ORA NGANGGO 'NGEDEN'

TULIS KOMENTAR

.:Klik 2x Tombol-> [Close]:.
Selamat Datang