Home > Cerbung > Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 4

Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 4

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cerita Misteri – Menjelang maghrib, sepeda motor matic warna merah keluar dari pintu gerbang rumah tua diujung desa. Hari mulai gelap. Gerimis pun perlahan turun. Lampu-lampu jalan dan teras rumah penduduk mulai dinyalakan. Beberapa orang nampak berjalan menuju masjid yang ada di dekat rumah tua itu.

Dengan agak terburu-buru Nurjanah melarikan motornya menerobos gerimis yang mulai membasahi jalan desa. Bau wangi yang ditinggalkan menyentak hidung Pak Hasan yang sedang berjalan menuju masjid bersama isterinya.

Baca : Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 3

“Jam segini Nurjanah sudah keluar nih Bu……….” Kata Pak Hasan pada Isterinya.
“Kok Bapak tahu?”
“Apa Ibu nggak mencium sesuatu?” Kata Pak Hasan balik bertanya.
“Iya sih……….”
“Ini bau wangi khas Nurjanah………… harum tapi mengandung mistis……..”
“Ah Bapak…………… bikin takut aja……….” Kata isterinya sambil meraih lengan tangan kiri Pak Hasan yang memegang payung.
Adzan maghrib sudah terdengar dari toa masjid. Malam mulai merangkak pelan.

Nurjanah menghentikan sepeda motornya di parkiran kampus. Pandangannya menyapu seluruh area bangunan kampus yang megah itu. Sepi. Mahasiswa yang kuliah malam belum pada datang.

Setelah mengunci sepeda motor, melepas helm dan menyisir rambutnya yang tergerai kebahu, Nurjanah berjalan menuju ruang kuliah fakultas ekonomi. Ia mengambil tempat duduk di pojok belakang dekat dinding. Bangku-bangku lainnya masih kosong. Suara kendaraan yang lalu lalang di jalan raya depan kampus, sayup-sayup terdengar menyusup ruang.

Tidak begitu lama, sepasang mahasiswa masuk. Keduanya berjalan nampak mesra. Tangan kanan si cewek memeluk pinggang cowoknya. Sedang tangan kiri si cowok merangkul pundak si cewek. Sambil berjalan menuju bangku belakang sesekali kecupan kecil si cowok mendarat di pipi si cewek. Mereka mengambil tempat duduk di pojok belakang. Melihat tingkah mereka dari pojok seberang, Nurjanah senyum-senyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ah…………… bau apa ini…………?” Tiba-tiba si cewek nyeletuk. Dipandanginya seluruh ruangan. Sepi.
“Bau apa sih………?” Tanya si cowok sambil menggerak-gerakkan ujung hidungnya.
“Kayak bau…………..”

Cewek itu tidak malanjutkan ucapannya karena dilihatnya ada beberapa mahasiswa yang masuk ruangan. Bulu kuduknya berdiri. Merindnig……..!

Kursi-kursi kosong di ruang kuliah itu mulai terisi. Mahasiswa yang masuk belakangan mengambil tempat duduk persis di samping Nurjanah. Beberapa kursi depan dan samping mereka tampak kosong.

“Hai…………” Sapa mahasiswa itu pada Nurjanah agak berbisik.
“Hai juga…………” Jawab Nurjanah.
“Kok di belakang?” Tanya mahasiswa itu kemudian.
“Pingin aja……” Jawab Nurjanah sekenanya.
“Bagaimana kabar Pak Hasan? Masih jadi juru kunci makam?” Mahasiswa itu menanyakan kabar familinya yang sekampung dengan Nurjanah.
“Masih…………. Beliau itu orangnya sregep lho………….. tlaten………” Jawab Nurjanah memuji Pak Hasan juru kunci makam di desanya.
“Kapan-kapan aku mau ke rumah Pak De, sekalian mampir ke rumahmu ya? Boleh kan……?”
Nurjanah menggangguk.
“Lama aku nggak sowan beliau…….” Kata mahasiswa itu melanjutkan.

Lelaki separoh baya dengan kacamata tebal masuk ruangan langsung enuju meja yang ada di depan kursi-kursi mahasiswa. Sebelum memberikan mata kuliah ekonomi makro, dipandanginya mahasiswa yang ada di hadapanya. Tiba-tiba dadanya berdetak ketika pandangannya tertuju pada Nurjanah. Sejenak dosen itu menghela nafas. “Astaghfirullah…………” Gumam sang dosen.

Sambil memberikan mata kuliah sekali kali pandangan mata dosen itu melirik Nurjanah. Ada rasa tak percaya dalam hatinya. Apakah betul yang dilihatnya malam ini? Selama menjadi dosen baru kali ini ia melihat sosok mahasiswanya yang begitu lain. Betulkah ia seorang mahasiswa? Rasa takut bercampur heran dipendamnya.

Selesai memberikan mata kuliah sang dosen sengaja tidak langsung meninggalkan ruangan. Sambil solah-olah mengemasi buku-bukunya ia amati satu persatu mahasiswa yang keluar ruangan. Keluar paling akhir mahasiswa yang tadi duduk disamping Nurjanah. Tapi di mana mahasiswa yang satu itu?

Di luar hujan mulai turun. Dingin menembus kulit. Dan bau bunga melati mengisi ruang kuliah.

(Bersambung…)

Baca : Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 5

*Dikarenakan banyak request, maka Setiap 3 hari sekali akan dipublish serial cerita misteri Nur Janah.

Selamat membaca

Ide & Tulisan karya : Kang Slamet

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Hantu Nurjanah

Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 7

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Hantu Nurjanah

Cerita Misteri : MELAMAR NURJANAH Episode 6

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...