Home > Berita > Dikeroyok Tanpa Tahu Persoalannya, Fahmi Nyaris Buta

Dikeroyok Tanpa Tahu Persoalannya, Fahmi Nyaris Buta

KOTA PEKALONGAN – Kondisi korban pengroyokan siswa SMA Muhammadiyah 01 Pekalongan sangat memprihatinkan, Fahmi menuntut agar kasus yang menimpanya agar diurus secara tuntas. “Saya pengennya kasus ini diurus sampai tuntas dan mereka tanggung jawab,” kata Fahmi kepada wartawan Selasa (26/2).

Apalagi, akibat kejadian tersebut mata Fahmi nyaris buta dan harus diperban karena dipukuli dua teman sekolahnya itu. Pengeroyokan terhadap putra pasangan Buwono dan Rahmi Sukmawati warga Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah ini, dilakukan sesama rekannya sendiri, Jumat lalu 22 Februari di kantin sekolah saat jam pelajaran.

Korban saat ini tidak berangkat ke sekolah dan hanya di rumah saja kondisi kesehatanya masih belum pulih.

Dia, menuturkan tidak tahu penyebabnya tiba- tiba dipukuli dua orang kawannya itu di kantin sekaloh .

pengroyokan siswa sma di pekalongan

Saya tidak ada masalah sebelumnya dan bergaul seperti biasa, namun tiba- tiba beberapa teman saya memanggil ke kantin lalu langsung memukuli saya. Mata dan perut saya dipukul hingga saya terjatuh, yang paling sakit mata,” katanya.

Dia menuturkan, penyebab dianiaya karena dituduh wajahnya menantang sehingga pelaku marah. “Saya dianggap menantang padahal saya tidak tahu ada masalah apa, sehingga mereka mengeroyok saya rami- ramai,“ jelasnya.

Disebutkan yang diketahui memukul ada dua anak yaitu insial RM dan DK , memukuli bagian wajah hingga kena mata dan perut. Dia bersama keluarga lalu memeriksakan ke rumah sakit dan ternyata pembuluh darah di mata pecah serta darah menggumpal hingga matanya nyaris buta.

“Pembuluh darah pecah dan ada darah menggumpal dimata sehingga sampai kini masih sakit dan tidak bisa melihat,“ jelas korban.

Kondisi mata harus diperban untuk tindakan medis lanjutan, sedang perut dan badan masih sakit semua karena bekas pukulan beberapa kali itu.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu, mendengar adanya laporan penganiayaan tersebut langsung ke lokasi kejadian. Kapolres melihat langsung lokasi TKP dan meminta keterangan sejumlah pihak yang ada di SMA ini.

Kasus pengroyokan siswa sma di pekalongan

“Kami akan meminta keterangan korban juga pelaku dan saksi yang melihat kejadian selain itu juga akan memeriksa CCTV sekolah. Penyebab penganiayaan masih belum jelas, namun diduga akibat masalah ketersinggungan atau kenakalan pelajar,” jelas AKBP Ferry Sandi Sitepu.

Kepala SMA Muhamadiyah Pekalongan 01 Fauzy menyebutkan, pemukulan terjadi saat siswa baru selesai ulangan harian di kantin sekolah. “Pihak sekolah sebenarnya sudah memediasi dan mendamaikan antara pelaku korban serta keluarganya,” kata Fauzy.

Siswa korban pemukulan masih didampingi sekolah untuk pengobatan hingga sembuh. Diharapkan persoalan ini bisa selesai dan siswa kembali bersekolah seperti biasa.

 

Sumber : infoseputarpekalongan

▼ Bagikan ini ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


About Rofius Salim Khafidz

Hanya Anak singkong dari desa pegandon, kab.pekalongan :D Salam Cinta Pekalongan

TULIS KOMENTAR