Opini : Fitnah Zaman Milenial - Rizqy Robbany – Cintapekalongan.com - Media No.1 Referensi Pekalongan
Home Opini & Rubrik Opini : Fitnah Zaman Milenial – Rizqy Robbany
Fitnah Zaman Milenial
FOTO: politik today

Opini : Fitnah Zaman Milenial – Rizqy Robbany

Cintapekalongan.com – Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”

Seuntai doa agar kita terhindar dari azab dan juga dari berbagai macm bentuk fitnah serta fitnah yang sangat besar yakni fitnah DAJJAL.

Pada masa sekarang ini sangat sulit membedakan mana yang fitnah dan mana yang sebenarnya informasi berharga ataupun pengetahuan terbaru mengenai perkembangan segala hal yang ada di atas muka bumi. Teramat sangat sulit mengindar dari tebaran fitnah ataupun informasi yang menyesatkan karena kecanggihan teknologi zaman mutakhir ini, bahkan juga karena saking cerdasnya manusia di era milenial ini sehingga mudah menebar informasi palsu atau fitnah demi kepentingan golongan atas golongan yang lain, bahkan mungkin demi keserakahan nafsu yang menjadikan mereka tak mengenal rasa iba untuk menindas sesamanya.

Keberingasan fitnah itu kini menjelma bak terror ditengah masyarakat, bahkan disaat wabah sedang melanda seperti sekarang ini. Tebaran fitnah dan informasi palsu tak pelak menjadi santapan tiap menit bahkan tiap waktu yang dipasakan untuk dikonsumi oleh masyarakat.

Rakyat tak boleh mendapat info yang valid, rakyat hanya boleh mendengar siaran-siaran pers atau berita yang sudah diatur sedemikian rupa oleh pemilik stasiun tv atau koran, yang mana berita itu hanya berbau sensai akan kehebohan wabah serta mengiring opini agar rakyat merasa ketakutan oleh wabah yang sedang ngetren ini.

Pun demikian dengan para pembuat berita / wartawan, mereka hanya berlomba membuat berita seheboh mungkin mengenai kegansan wabah yang sedang merebak, dan mereka tidak pernah berfikir apa dampak dari berita yang ia buat untuk masyarakat umum,yang ternyata berita itu hanya menjadi momok atau terror yang secara tak langsung masuk kedalam alam bawah sadar masyarakat.

Para wartawan ini tak melulu salah, karena mereka juga dituntut oleh pimpinannya, yang mana para pemilik modal media masa ini adalah bagian dari kekuasaan yang terus menerus meindas rakyat dan menebar fitnah melalui media-media tersebut.

Fitnah Zaman Milenial
FOTO: politik today

Ada saatnya masyarakat perlu mempelajari sejarah 7 pemuda dengan si Anjingnya yang bernama kithmir, mereka adalah bentuk perlawanan terhadap keserakahan dan penebar fitnah. Mereka memilih berdiam didalam gua dan Allah menidurkan mereka agar tidak mendengar tebaran fitnah serta informasi palsu selama ratusan tahun, dan ketika mereka terbangun, zaman pun sudah berubah.

Dalam situasi seperti sekarang ini, yang mungkin sudah masuk kategori darurat kejujuran, atau zaman penuh fitnah, kita perlu menyepi dari keriuhan media apapun yang hanya menyajikan informasi receh tak berbobot. Kita perlu masuk kedalam gua-gua yang sudah Allah sediakan untuk kita. Namun bukan gua seperti zaman ashabul kahfi itu, melainkan gua dalam jiwa kita.

Kita perlu menutup mata dan telinga agar tak melihat dan mendengar fitnah atau infomarsi palsu yang beredar disekitaran kita. Didalam gua jiwa kita, Allah telah menyediakan sajadah yang indah untuk kita bermesraan dengan Nya dan membawa serta rasa cinta kita kepada Kekasih Nya.

Hal seperti inilah yang mungkin akan menjadi senjata kita agar terhindar dari kejamnya fitnah akhir zaman, Karena akhir-akhir ini kita lebihsering tersibukkan dengan hal keduniawian sehingga percumbuan dengan Sang Pencipta menjadi hal yang sangat langka, bahkan banyak yang mengatakan itu hanya ritual orang kuno.

Ketika Sang Maha Kuasa dinomor sekiankan dibandingkan kepentingan-kepentingan hawa nafsu, maka wajar saja jika Allah mengirimkan sebuah peringatan dalam bentuk apapun, termasuk dalam wujud wabah atau pageblug.

Dan yakinlah ini adalah bentuk kasih sayangNya agar kita kembali mau untuk ndeprok dihadapanNya dengan serendah-rendahnya, serta gondelan jubbah KekasihNya.

Bagikan ini :

----------------------------------------------

Cintapekalongan merupakan Platform media referensi tentang Pekalongan - Batang, kamu juga bisa ikutan mengenalkan daerah kita ini lewat tulisan menarikmu. Ayo kirim esai tulisanmu lewat cara ini dan dapatkan honor tiap esai mu yang tayang.

donasi cintapekalongan.com
BANTU BERI DONASI
Untuk mengembangkan media ini agar tetap bermanfaat. Terima Kasih

About Rizqy Robbany

Rizqy Robbany
Dariku Untuk Pekalonganku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.:Klik 2x Tombol-> [Close]:.
Selamat Datang