Home > Pekalongan > Inilah 5 Tradisi Syawalan di Pekalongan yang Sayang Untuk Dilewatkan
Produsen Capret Pekalongan

Inilah 5 Tradisi Syawalan di Pekalongan yang Sayang Untuk Dilewatkan

Cintapekalongan.com – Yang paling ditunggu-tunggu ketika Lebaran Idul Fitri di Pekalongan ialah aneka macam Tradisi Syawalan atau perayaan hari ke-tujuh setelah lebaran yang sayang jika dilewatkan. Berbagai Tradisi khas Pekalongan ini rupanya menarik minat masyarakat sekitar untuk mengunjunginya.
Setiap wilayah di Pekalongan berbeda-beda dalam mengadakan acara Tradisi Syawalan. Mulai dari wilayah utara hingga ke selatan yang mengadakan Syawalan semuanya gratis dan bebas untuk umum yang sudah dilaksanakan berpuluh-puluh tahun.

Inti dari acara Tradisi Syawalan tersebut tak lain ialah sebagai wujud rasa syukur masyarakat setempat atas rezeki dan nikmat yang di berikan ALLAh SWT. Jika ada yang mengatakan Pekalongan itu unik – Pekalongan itu Asyik, semua itu memang betul. Orang tua kita mengatakan Pekalongan itu “Adoh Ratu, Cedak Watu” yang artinya meski jauh dari keberadaan keraton kerajaan Jawa, nyatanya Pekalongan mampu membuat Tradisi dan Budayanya sendiri.

Tradisi-tradisi turun temurun yang akan kita bahas ini masih dipegang dan dilaksanakan teguh oleh masyarakat Pekalongan Raya. Semuanya bersuka cita dan saling menjalin silahturahmi antar masyarakat yang datang berkunjung ke acara tradisi tersebut.

Berikut ini 5 Tradisi Syawalan di Pekalongan yang Populer yang wajib kamu datangi ketika di Pekalongan.

1. Balon Udara

Jika anda menginap di Pekalongan pada hari ke-enam, maka keesokan harinya anda jangan kaget jika mendengar banyak sekali suara ledakan. Itu bukan Bom atau senjata militer namun itu adalah Tradisi Petasan yang ada di Balon udara. Tak ayal pada pagi hari ke-tujuh (syawal) langit di Pekalongan akan berubah bak medan perang dengan suara menderu ledakan petasan yang diikat pada Balon Udara.

Bahaya ? 

Tergantung dari seberapa profesional mereka dalam menjalankan prosedurnya saja, jika semua persiapan sudah dimatangkan maka kita kembalikan kepada Tuhan YME atas kelancaran acara agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Banyak sekali cerita mengenai keseruan Tradisi Balon Udara Pekalongan yang setiap tahunnya selalu ditunggu-tunggu. Anda bisa membacanya Tradisi Syawalan Balon Udara di Pekalongan.

Balon Udara Pekalongan
Pelepasan Balon Udara di Masjid Baitul Mukminin Kuripan Lor

Terdapat beraneka ragam bentuk dan corak warna-warni Balon Udara yang akan dilepas ke langit. Ada yang terbuat dari plastik, ada pula yang terbuat dari kertas layangan berwarna yang disusun hingga menjadi pola tertentu bahkan motif batik. Kurang kreatif apa coba Orang Pekalongan ini ?

Baca : 3 Ciri Khas Bahasa Wong Pekalongan yang Wajib Anda Ketahui

Jadi pastikan anda bangun pagi untuk melihat ratusan Balon Udara yang terbang beraneka warna di langit Pekalongan mulai dari pukul 6 hingga 8 pagi.
Setiap kampung atau dusun di Pekalongan akan berlomba membuat kreasi balon yang unik dan semenarik mungkin. Jika anda kepingin melihat secara langsung proses penerbangannya boleh saja, Anda bisa melihatnya disalah satu tempat yakni di Masjid Baitul Mukminin Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan. Karena proses penerbangan Balon Udara ini yang tradisional banget, maka mampu menyedot banyak pasang mata untuk melihatnya. Lanjut lagi ke Tradisi Syawalan selanjutnya.

2. Gunungan Gebral Pekajangan

 

Tradisi Gunungan Gebral Pekajangan
KLIK GAMBAR | Warga Berebut Gunungan Gebral di Pekajangan

Di hari yang sangat bertabur kegembiraan bagi masyarakat Pekalongan, juga diisi dengan Tradisi atau acara yang lain seperti membuat gunungan jajan Gebral yang kemudian diarak keliling kampung.

Kebiasaan membuat gunungan Gebral, memang menjadi tradisi tahunan saat syawalan bagi warga di sekitar Desa Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni. Para warga di Kampung Gang 20 Pekajangan ini akan bergotong-royong membuat jajan gebral uku ran raksasa dengan bahan baku satu kuin- tal singkong, 50 butir buah kelapa, 10 kilogram gula pasir, dan lima kilogram gula jawa.

Jajan gebral memang tak ubahnya serupa jajan getuk. Bahan utamanya pun menggunakan singkong, lalu dicampur dengan kelapa, dan ditaburi gula pasir maupun gula jawa. Warna gebral memang unik dan menarik, yakni warna merah, biru, kuning, coklat, hijau, dan seterusnya. Pendeknya, jajan gebral tidak hanya cantik rupanya, namun rasanya juga enak dan manis.

Tradisi membuat gebral Pekajangan ini dimaknai sebagai ajang silaturahmi antarwarga kampung maupun sanak saudara yang jauh-jauh datang ke Pekajangan.

3. Getuk Lindri Ambokembang

Tradisi Gethuk Lindri Ambokembang
KLIK GAMBAR | Suasana Tradisi Gethuk Lindri Panjang Ratusan Meter di Ambokembang

Mirip seperti Gunungan Gebral Pekajangan, di Desa Ambokembang kecamatan Kedungwuni juga ada Tradisi membuat Jajan Getuk Lindri dengan ukuran yang tak lazim. Getuk lindri tersebut dibuat dengan panjang 350 meter, tinggi lima meter, dan lebar 14 centimeter. Sungguh luar biasa. Acara dimulai dari pukul 7 hingga 9:30 pagi di Gang 9 Desa Ambokembang.

Kenapa harus jajan getuk lindri? Makanan ini (getuk lindri) memang termasuk salah satu makanan Tradisional yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Pembuatan getuk lindri itu memerlukan waktu selama dua hari. Ajang pameran getuk lindri yang mengular hingga ratusan meter ini tergolong kreatif dan unik, tak urung mampu mengundang perhatian dari warga lainnya yang bukan warga Ambokembang untuk berdatangan. Banyak warga dari desa di sekitar Ambokembang yang berkunjung ke Ambokembang sekaligus berbaur dengan warga setempat untuk menikmati lezatnya getuk lindri itu.

Untuk membuat getuk lindri superjumbo itu, semua biaya dan pembuatannya ditanggung serta dilakukan oleh masyarakat sendiri. Tak kurang dari satu setengah ton ketela pohon sebagai bahan utama untuk membuat getuk lindri itu. Lalu untuk kelapa memerlukan sebanyak 400 butir, dan bahan pemanis berupa gula merah sebanyak 70 kilogram

Baca : Oleh-oleh Khas Dari Pekalongan Selain Batik

Bagaimana apakah tertarik ? Menjelajah Tradisi sekaligus pesta kuliner Gebral atau Getuk Lindri ? Tenang masih ada yang lainnya yang sangat khas Pekalongan.

So, silahkan baca hingga selesai.

4. Gunungan Megono Linggo Asri

Setelah dua diatas merupakan jajanan tradisional Pekalongan, Nah yang kali ini Makanan Khasnya Pekalongan yaitu Megono. Sudah tahukan Makanan Megono Pekalongan ? Jika ada yang masih belum tahu, silahkan bisa dibaca di Sejarah Megono Aseli Pekalongan.

Ada Gunungan ”Megono” berukuran raksasa dan direbut bareng-bareng untuk dimakan secara ramai- ramai. Wow…rahat dan Lezat banget pastinya. Acara Gunungan Megono ini di Pusatkan di Obyek Wisata Linggo Asri Kabupaten Pekalongan pada pagi hari.

Gunungan Megono Linggo Asri
Wujud Gunungan Nasi Megono di Linggo Asri Tahun 2016

Sebelum disantap secara masal, Gunungan Nasi Megono ini akan diarak keliling dengan penuh kemeriahan dan luapan kegembiraan. Dalam acara syawalan itu, biasanya kirap arak-arakan megono berukuran raksasa tersebut dilepas oleh bupati dari Balai Desa Linggoasri menuju kompleks objek wsiata Linggoasri. Acara yang mulai digelar sejak pagi hari itu, dimarakkan oleh para peserta pawai yang terdiri dari pasukan berseragam batik khas Pekalongan, pasukan seni bela diri tradisional pencak silat, kelompok rebana santri, kesenian khas kuda lumping, dan sebagainya.

Selain kirab yang diikuti dari berbagai elemen masyarakat dengan suguhan berbagai budaya dan seni, acara syawalan juga dimeriahkan oleh festival kuliner dengan menampilkan makanan khas Kabupaten Pekalongan.

5. Lopis Raksasa Krapyak

Dan yang terakhir ada Tradisi yang sangat Khas Pekalongan yaitu Pemotongan Lopis Raksasa. Lopis merupakan Jajanan Tradisional berbentuk mirip Lontong dan terbuat dari bahan beras ketan, biasanya disuguhkan dengan cara ditaburi dengan parutan kelapa, rasanya sangat enak meski agak sedikit serat di tenggorokan namun Khas Sekali.

Acara Pemtonga Lopis Raksasa berada di Desa Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan. Dan yang asyiknya lagi ketika anda datang kemari, Anda bebas untuk menjajal semua makanan yang di sediakan setiap rumah di Krapyak ini karena mereka mengadakan Open House untuk semua tamu yang datang kenal atau tidak kenal bisa membaur bersama. Acara dimulai pukul 7 pagi hingga 10 menjelang siang.

Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan
Wujud Lopis Raksasa di Krapyak Raih Rekor Muri

Anda juga bisa membeli dan membawa pulang lopis sebagai buah tangan yang biasa dijajakan oleh pedagang di sepanjang jalan menuju desa Krapyak.
Tradisi Lopis Raksasa diawali dengan arak-arakan yang sebelumnya diberikan doa-doa oleh pemuka agama dan kemudian warga berebut untuk mendapatkan Lopis. Lopis sendiri adalah makanan tradisional yang berasal dari beras ketan yang dikukus.

Berat dari Lopis Raksasa ini mencapai 1 ton lebih,dibuat selama seminggu dan menghabiskan berkarung-karung beras ketan. Waktu pembuatan memakan dua hari lamanya. Ukuran yang sangat besar tersebut sangat menyedot dan membuat penasaran masyarakat untuk melihatnya. Mengenai asal-usul tradisi Lopis Raksasa Krapyak Pekalongan ini bisa anda baca di Sejarah Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan yang sudah pernah ditulis sebelumnya.

Nah Bagaimana sobat CintaPekalongan ? Pekalongan itu Asyik, Pekalongan itu Unik kan ? Banyak tradisi-tradisi yang digelar yang tak kalah menariknya dengan Tradisi Grebeg – Tradisi Grebeg yang ada di Solo – Jogja atau yang lainnya yang notabene masih bau Keraton Jawa.

Baca juga : 30 Destinasi Wisata Pekalongan yang Keren untuk Liburan

Monggo anda bisa memutuskan mau ikut memeriahkan acara Tradisi Syawalan yang mana dulu di Pekalongan. Semuanya seru dan penuh barokah, monggo jangan lewatkan kelima Tradisi Syawalan Pekalongan tersebut. Silahkan ajak sanak saudara untuk datang, namun perlu diperhatikan ialah dimana ada keramaian pasti ada celah oknum untuk berbuat kejahatan seperti copet maupun pencurian, jadi anda harus waspada.

 

Salam Cinta Pekalongan

Salam Budaya
Pekalongan Berbudaya

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

MOHON DONASI ANDA

Bantu berikan donasi klik iklan yang muncul di dalam tulisan untuk perawatan website www.cintapekalongan.com ini, jika informasi disini punya manfaat yang besar untuk masyarakat Pekalongan. Terima kasih

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com

Check Also

Sejarah Batik Pekalongan

Bumi Legenda Batik Nusantara itu Kabupaten Pekalongan

Cintapekalongan.com – Baru pertama kali mendengar istilah “Bumi Legenda Batik Nusantara” di Kabupaten Pekalongan membuat ...

30 Destinasi Wisata Pekalongan yang Keren untuk Liburan

30 Destinasi Wisata Pekalongan yang Keren untuk Liburan

Cintapekalongan.com – 30 Tempat Wisata di Pekalongan yang keren dan kekinian bisa anda kunjungi diwaktu ...