Home > Pekalongan > Inilah 6 Nama Lain Kota Pekalongan yang Wajib Kamu Ketahui
Produsen Capret Pekalongan

Inilah 6 Nama Lain Kota Pekalongan yang Wajib Kamu Ketahui

Cintapekalongan.comKota Pekalongan merupakan sebuah kota kecil yang terletak di pesisir Jawa Tengah. Berjarak 101 KM dari Kota Semarang dari sebelah timur dan 384 km dari Ibukota Jakarta dari sebelah barat. Sebagai salah satu kota pusat ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di Timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Hal ini menjadikan Kota Pekalongan pusat bagi kegiatan ekonomi maupun budaya di wilayah jalur pantura Jawa Tengah.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Tetapi Kota Pekalongan merupakan salah satu kota dengan nilai Pluralisme yang tinggi di Indonesia. Hal ini bisa kita lihat dengan adanya masyarakat multi etnis disini seperti Masyarakat Tionghoa yang berada di Kampung Pecinan, Masyarakat Arab yang ada di Kampung Arab Klego dan tentunya masyarakat Jawa itu sendiri. Selain itu nilai toleransi antar umat beragama di Kota Pekalongan juga harus kita acungi jempol, hal ini bisa kita lihat dengan bangunan-bangunan tempat beribadah yang saling berdekatan.

Bentuk Toleransi Kota Pekalongan
Foto Lokasi Tempat Ibadah Umat beragama di Pekalongan | Foto via Instapekalongan

Ada beberapa Adat Tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Baca : Bukti Pekalongan Poros Tengahnya Pulau Jawa

Dari banyaknya kearifan lokal yang dimiliki Kota Pekalongan, ada pula nama-nama lain atau julukan yang melekat pada Kota Pekalongan yang tercinta ini. Dari sekian banyak julukan yang ada, mungkin kawan-kawan sudah akrab dengan beberapa julukan atau sebutan seperti Kota Batik dan Kota kreatif. Asal kawan-kawan tahu ya, selain julukan tadi Kota Pekalongan juga punya julukan yang lain lho. Seperti apa julukan tersebut ? Mari kita simak bersama tentang Sebutan Nama lain atau Julukan bagi Kota Pekalongan.

Julukan Kota Pekalongan
Landmark World’s City Of Batik | foto via Sarbu Riyono

Berikut adalah Sebutan Nama Lain untuk Kota Pekalongan :

1. Kota Batik

Dari zaman dahulu motif-motif kain Batik Pekalongan memang sudah terkenal, seperti motif batik Buketan dengan Maestronya Eliza Van Zuylen, corak Pagi-Sore, Corak atau Motif-motif Batik Hokokai yang terpengaruh kependudukan Jepang saat itu. Tidak salah jika Pekalongan menyandang sebagai Kota Batik, karna memang Batik sudah menjadi jati diri warga masyarakat Kota Pekalongan.

Selain Batik yang merupakan produk kearifan lokal Pekalongan juga “Batik” merupakan slogan atau brading dari Kota Pekalongan dengan singkatan B=bersih A=aman T=tertib I=indah K=komunikatif. Mungkin atas dasar ini Grup Band Slank membuat lirik ” Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja, Bukan Solo” disalah satu lagunya.

2. World’s City of Batik

Setelah kita faham dengan istilah Kota Batik yang merujuk pada Kota Pekalongan. Maka kali ini akan sedikit dijelaskan bagaimana Kota Pekalongan mendapat julukan sebagai Kota Batik Dunia.

Dengan diakuinya Batik sebagai Warisan Dunia tak benda oleh UNESCO, Kota Pekalongan seakan mendapat angin segar dengan branding Kota Batik. Karna memang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai pengrajin batik atau yang berkaitan dengan batik. Kemudian dalam rangka pelaksanaan event Pekan Batik International pada tahun 2011 silam, Kota Pekalongan mendeklarasikan motto barunya yakni “World’s City of Batik” jika di gabung menjadi Pekalongan World’s City of Batik. Hal ini untuk memperkuat Branding Pekalongan sebagai Kota Batik yang bisa mendunia.

3. Kota Kreatif Dunia

Kota Pekalongan mendadak menjadi terkenal semenjak terpilihnya Jejaring Kota Kreatif Dunia dalam kategori Crafts and Folk Arts (Kerajinan dan Kesenian Rakyat) pada tahun 2014. Kabar terpilihnya Kota Pekalongan masuk kedalam jejaring Kota Kreatif Dunia oleh UNESCO ini sangat menggemparkan publik Nasional, karena Pekalongan lah yang merupakan satu-satunya wakil Indonesia bahkan Asia Tenggara yang lolos seleksi dari UNESCO untuk masuk kedalam Daftar Kota Kreatif Dunia. Jadi selain terkenal dengan sebutan Kota Batiknya, juga sekarang ini Kota Pekalongan terkenal dengan sebutan Kota Kreatif yang mengalahkan Jogjakarta dan Bandung yang seakan menjadi kiblat orang kreatif di Indonesia.

4. Kota Perdagangan

Sejak di babatnya Alas Gambiran oleh Jaka Bahu (Tumenggung Bahurekso) dengan bertapa “Ngalong” sehingga kawasan tersebut menjadi daerah yang bernama Pekalongan. Perkembangan wilayah Pekalongan yang tumbuh pesat menjadi salah satu pusat perniagaan bagi Kerajaan Mataram Islam. Banyak para pedagang-pedagang lintas negara yang datang kemari. Hal ini bisa kita lihat pada Sejarah atau Riwayat Sungai Kupang (Kali loji) yang dahulu menjadi jalur perdagangan yang ramai.

Dan sekarang ini, Pekalongan masih menjadi Kota Perdagangan yang tersohor. Terletak di jalur tersibuk di dunia (jalur pantura) menjadikan Kota Pekalongan mudah untuk berdagang, apalagi Kota Pekalongan merupakan produsen Batik yang sudah terkenal. Tak hanya komoditi batik yang menjadi andalan, juga ada hasil laut Pekalongan yang sudah di ekspor ke luar negeri.

Letak geografis yang strategis ini selalu menjadikan Kota Pekalongan sebagai pilihan untuk berbisnis dan berinvestasi para pengusaha di Indonesia. Hal ini bisa kita lihat dengan banyak nya Hotel-hotel berbintang di Pekalongan yang bermunculan. Apalagi ada kabar jika di Kota Pekalongan akan segera dibangun sebagai Kawasan Minapolitan di Indonesia.

5. Kota Sehat

Rasanya aneh dan baru dengar jika Kota Pekalongan dijuluki dengan kota sehat. Mau melihat dari segi singkatannya tidak bisa ditemukan, lantas darimanakah Julukan Kota Pekalongan sebagai Kota Sehat ?

Usut punya usut, ternyata pada tahun 1998 WHO membuat sebuah project “Konsep Kota Sehat” dengan memilih Kota Pekalongan terpilih sebagai dearah uji coba bersama dengan 5 daerah lainnyayakni Kab Cianjur, kota Balikpapan, Bandar Lampung, Kota Malang, & Jakarta Timur. Kemudian melalui keputusan Walikota Nomor 650/014 Tahun 1999 untuk membentuk kepengurusan Forum Kota Sehat di Pekalongan. Forum ini bertujuan untuk mencapai kondisi kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat emndukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah.

Dengan adanya program tersebut Kota Pekalongan mendapat beberapa penghargaan di bidang kesehatan seperti :

  • Ksatria Bakti Husada Arutala di Bidang Penanggulangan DBD, tahun 2004,
  • Manggala Karya Bakti Husada dalam Penyelenggaraan Kota Sehat Tingkat Pengembangan, November 2004,
  • Ksatria Bakti Husada Arutala kepada Drs.H.Abdul Mu’in HS,MA (Ketua FKS) atas perannya dalam upaya peningkatan status Kesehatan Lingkungan di Kota Pekalongan, Oktober 2005,
  • Swasti Saba sebagai Penyelenggara Kota Sehat klasifikasi Wistara (Pengembangan), November 2005.

Mungkin atas penunjukan Kota Pekalongan sebagai daerah uji oleh WHO dan prestasi yang didapat maka Julukan Kota Sehat pun didapat oleh Kota Pekalongan.

6. Kota Minapolitan

Yang terakhir adalah julukan Pekalongan Kota Minapolitan. Hal ini tidak terlepas dari kesuksesan dan kejayaan Pelabuhan Perikanan Pekalongan pada tahun 1980 hingga 1990-an yang berhasil termasuk menjadi Pelabuhan besar di Indonesia. Tetapi kejayaan Kota Pekalongan di sektor perikanan ternyata terus memudar sejak awal tahun 2000-an akibat adanya beberapa persoalan antara lain kenaikan harga bahan bakar, terbatasnya jangkauan penangkapan ikan, dan penjualan hasil tangkapan ikan di tengah laut.

Kemerosotan di sektor perikanan kini diharapkan dapat dipulihkan oleh pemerintah melalui Program Minapolitan yang sudah dicanangkan pada tahun 2011 lalu. Pada tahun tersebut, oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menetapkan Kota Pekalongan sebagai kawasan perekonomian berbasis usaha perikanan tangkap.

Dari adanya program tersebut diharapkan mampu dan efektif meningkatkan produksi dan kualitas produk perikanan di Pekalongan yang berimbas pada peningkatan pendapatan nelayan, pembudidayaan ikan dan pengolahan ikan di daerah setempat.

Baca juga : Sejarah Batik Pekalongan

Rencana pembangunan kawasan minapolitan di Pekalongan yang mencakup mencakup zona inti kawasan Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan (PPNP) dengan pengembangan pelabuhan “onshore”(permanen di pantai) yang dibangun secara bertahap sejak 2014 lalu sampai 2018, pembangunan mal perikanan seluas tiga hektare, dan pembangunan UPT Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP).

Kurang lebihnya seperti itu pembahasan mengenai Julukan-julukan atau Nama lain Kota Pekalongan yang semakin menampakkan Kejayaannya. Maaf dan koreksi saya jika ada kesalahan informasi yang disampaikan. Tetap terus Cinta Pekalongan agar Kota ini kembali Bangkit Berjaya di Indonesia.

Salam Cinta Pekalongan, Bangga dadi Wong Kalongan

Sumber :

  • id.wikipedia.org
  • alimizain.wordpress.com
  • jogjasehat.pedia.id
  • sanitasibersih.blogspot.co.id
Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

MOHON DONASI ANDA

Bantu berikan donasi klik iklan yang muncul di dalam tulisan untuk perawatan website www.cintapekalongan.com ini, jika informasi disini punya manfaat yang besar untuk masyarakat Pekalongan. Terima kasih

About Rofius Salim Khafidz

Hanya Anak singkong dari desa pegandon, kab.pekalongan :D
Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Sejarah Batik Pekalongan

Bumi Legenda Batik Nusantara itu Kabupaten Pekalongan

Cintapekalongan.com – Baru pertama kali mendengar istilah “Bumi Legenda Batik Nusantara” di Kabupaten Pekalongan membuat ...

Tradisi Syawalan Pekalongan

Inilah 5 Tradisi Syawalan di Pekalongan yang Sayang Untuk Dilewatkan

Cintapekalongan.com – Yang paling ditunggu-tunggu ketika Lebaran Idul Fitri di Pekalongan ialah aneka macam Tradisi ...