Home > PEKALONGAN > Pariwisata > Budaya & Belanja > Wisata Kampung Batik Kemplong Wiradesa

Wisata Kampung Batik Kemplong Wiradesa

Cintapekalongan.com – Pintu gerbang bertuliskan “Kampung Batik Wiradesa” langsung menyapa para pengunjung dibarengi dengan adanya deretan gerai atau toko batik di kanan-kiri sepanjang Jalan KH Hasyim Asy’ari. Desa Kemplong merupakan desa yang sejak ratusan tahun silam masyarakatnya dikenal sebagai pembuat batik.

Semerbak aroma malam (lilin) panas khas kain batik seolah menyergap ketika masuk di Kampung yang berada di Kecamatan Wiradesa ini. Sejak dikukuhkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) persisnya pada tanggal 30 April 2009, Menteri Perdagangan, Marielka Pangestu hadir untuk meresmikannya. Wajar saja jika nuansa perkampungan batik yang memiliki puluhan bahkan ratusan perajin batik itu, benar-benar bisa terasa. Maka tidak mengherankan, usaha membuat batik secara turun temurun tetap jalankan disini.

Desa Kemplong merupakan kawasan yang sejak dulu merupakan sentra atau pusat pembatikan dan terus dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Hal ini berdasarkan pengalaman dari pengrajin batik daerah Kemplong mempunyai kandungan air tanah yang cocok dengan zat pewarna batik.

Baca juga : Wisata Kampung Batik Kauman Pekalongan

Secara teknis membuat warna sangat cemerlang, terang dan dengan komposisi yang relatif rendah. Dibandingkan daerah lainnya Desa Kemplong mempunyai keunggulan komparatif bahwa kandungan air tanah sesuai dengan zat pewarna batik sehingga daerah Kemplong berkembang pengrajin yang potensial.

Sejarah Desa Kemplong

Nama Kemplong itu sendiri secara harfiah diambilkan dari salah satu bagian dari proses membuat Batik. Arti Kemplong bagi warga Desa yakni memukul-mukul atau menumbuk kain batik yang sudah diberi pewarna dan malam (lilin) dengan alat pemukul dari palu kayu.

Kemudian bisa kita pahami bersama bahwa Ngemplong adalah meratakan kain dengan jalan kain dipukul berulang-ulang, caranya adalah kain yang sudah dikanji dan kering, diambil beberapa lembar (sekitar 10 lembar kain) digulung kemudian diletakkan diatas kayu yang rata permukaannya, gulungan kain itu diikat dengan landasan kayu agar tidak lepas, kemudian kain tersebut dipukuli dengan pemukul dari kayu (ganden), setelah kain jadi rata, gulungan dibuka dan kain-kain satu persatu dilipat untuk disimpan atau langsung dibatik.

Sejarah Batik Khas Pekalongan
Proses Membuat Batik Tulis

Dengan cara memukul-mukul atau ngemplong maka kain batik itu bisa halus hasilnya. Ya, nama Desa Kemplong itu sendiri sepertinya diambil dari istilah ngemplong pada Batik.

Baca juga : Kampung Batik Pesindon Pekalongan

Keberadaan Desa Kemplong sebagai pusat perajin batik khas pesisir, memang disokong oleh sejumlah desa yang ada di Kecamatan Wiradesa lainnya. Beberapa desa yang juga banyak perajin batiknya di antaranya adalah Desa Kauman, Kepatihan, Bebel, Semut, Gumawang, Waru, dan Desa Werdi. Khusus di Desa Kemplong sendiri, jumlah perajin batik mencapai puluhan, dengan jumlah pekerja baik yang japlak dan mbabaran sekitar ratusan orang.

Malahan ada salah satu perajin batik besar yang memiliki tenaga kerja sebanyak 1.500 orang. Secara gambaran umum, Desa Kemplong memunyai luas wilayah 43,947 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.649 jiwa. Dari kondisi geografis ini, disebutkan bahwa 60 persen penduduknya sebagai perajin batik. Wajar jika satu pemilik usaha batik di sini (Desa Kemplong) rata-rata memunyai pekerja borongan 300 sampai 500 orang (menurut Warsiwi salah pekerja batik yang sudah pensiun).

Sisanya, 25 persen sebagai pedagang kecil (pedagang makanan), dan lima persen merupakan pegawai swasta, Pegawai negeri Sipil (PnS), dan buruh tani atau petani penggarap. Sejurus dengan itu, aneka produk batik pesisir Pekalongan yang tersuguh di gerai-gerai kampung batik tersebut memang tinggal dipilih. Mana yang disukai, dari jenis kemeja, busana muslim, daster, hingga ragam kaos batik pun tersedia.

Berbagai keunggulan potensial yang dimiliki Kampung Batik Kemplong Wiradesa diantaranya yakni :

  1. letak home industri dari pengrajin sebagain besar di tepi jalan raya Jakarta – Surabaya sehingga mudah dijangkau oleh kendaraan roda empat;
  2. Produk / karya batik yang dihasilkan dari pembatik di desa Kemplong terkenal dengan karya batik tulis yang halus, sehingga telah menjadi tujuan para penggemar batik;
  3. Pengusaha besar serta pengrajin “buruh mbabar” jumlahnya cukup banyak yang tersebar di setiap desa yang ada di Kecamatan Wiradesa dan kebanyakan merupakan penyangga industri batik Kemplong dengan berbagai macam produk dan keahlian serta ciri khas yang berlainan, sehingga para pengunjung yang dapat memesan batik dengan motif yang berbeda.

Kampung Batik Kemplong Wiradesa ini telah menjadi ikon wisata budaya dan wisata belanja untuk Kabupaten Pekalongan. Kita sangat optimistis kalau Kampung Batik Kemplong bakal menjadi daya tarik tersendiri sebagai jujukan para wisatawan domistik maupun mancanegara untuk belajar dan belanja batik selain dengan Pesindon dan Kauman yang berada di Kota Pekalongan.

Peta Desa Wisata Kampung Batik Kemplong Wiradesa
Peta Desa Wisata Kampung Batik Kemplong Wiradesa | via Tim KKN UNDIP
Visi dari Desa Wisata Batik Kemplong adalah:
  1. Menjadikan Desa Wisata Batik Kemplong Wiradesa menjadi wisata belanja unggulan di Kabupaten Pekalongan bahkan di tingkat dunia internasional.
  2. Menyelenggarakan dan mendukung koordinasi berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian dan pengembangan batik.
  3. Memberdayakan potensi pengrajin batik di Pekalongan, serta membuka lapangan kerja untuk mendapatkan penghasilan yang yang lebih baik.
Sedangkan misi Desa Wisata Batik Kemplong adalah:
  1. Mensejahterakan kehidupan pengrajin batik dan warga sekitarnya.
  2. Berupaya mendorong berkembangnya kemampuan pengrajin batik dengan keberagaman jenis produksi batik.

Menurut Haji Failasuf pemilik Batik Pesisir dan Pengurus Paguyuban, secara historis maupun kultur, Desa Kemplong memiliki potensi yang luar biasa di bidang usaha batik sejak zaman Kerajaan Mataram islam. “Batik hasil dari Kemplong dan sekitarnya merupakan batik pesisir yang dikenal halus. Pembuatannya pun memang banyak dengan cara ditulis atau batik tulis, meski ada juga batik cetak,” terang Failasuf.

Homebase Batik Pesisir di Kampung Batik Kemplong Wiradesa
Homebase Batik Pesisir di Kampung Batik Kemplong | via cakbil blog

Apa yang dituturkan tokoh batik Desa Kemplong ini, memang tidak berlebihan. ini, dibuktikan dengan hasil karya para ‘seniman’ batik Kemplong yang hasil produknya sudah mampu menembus pasar internasional. Misalnya, salah satu perajin batik Desa Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Bapak Darodji “Batik Aneka Karya” , produk-produknya banyak dipesan oleh penggemar batik dari Jepang.

Baca juga : Bumi Legenda Batik Nusantara itu Kabupaten Pekalongan

Berkunjung ke Kampung Batik Kemplong memang sangat menyenangkan. Para pengunjung tidak hanya bisa berbelanja memilih batik kesukaannya. Para pengunjung pun bisa bertanya langsung pada para perajin tentang bagaimana proses membuat batik. Bahkan, para perajin dengan senang hati memberi praktik langsung pada pengunjung jika ingin mempraktikkan untuk membuat kain batik.

Menariknya bisa belajar batik langsung dengan para pengrajin dan para ahlinya disana. Bagus juga untuk wisata edukasi bagi anak-anak agar paham dan mencintai batik sebagai warisan budaya nusantara.

*Ingin jalan-jalan atau berwisata di Pekalongan? Kami siap mengantar anda menjelajahi wisata alam Pekalongan yang asri. More Info klik disini

 

Salam Cinta Pekalongan

Sumber : Potret Sisikmelik Kabupaten Pekalongan

▼ Bagikan ini ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


About Angga Panji W

CEO @Cintapekalongan.com (JP Media Network) - Saya adalah Blogger paruh waktu dari Indonesia . Tujuan saya disini sebagai anak Pekalongan ingin memperkenalkan kota tercinta ini kepada dunia dengan konten digital. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih. Salam Cinta Pekalongan

TULIS KOMENTAR