Home > Kebudayaan > Kesenian Pekalongan > Kesenian Musik Samroh Pekalongan

Kesenian Musik Samroh Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Dunia permusikan di Pekalongan dari dulu hingga sekarang ini terus eksis. Meski zaman telah berubah, hal ini tak memadamkan jiwa-jiwa bermusik warga Pekalongan yang terus tumbuh. Meski tak selalu mengacu pada pakem tertentu, dunia musik di Pekalongan telah menciptakan perdabannya tersendiri.

Sebagai contoh dari hasil peradaban tersebut ialah lahirnya Musik Rampak Pekalongan yang dewasa ini sangat ramai dan populer di setiap daerah yang ada di Pekalongan bahkan Batang sebagai tetangga kita telah tertular virus dan euforia Musik Rampak ini.
Pada kesempatan kali ini,saya masih ingin membahas perihal musik tradisional khas dari Pekalongan salah satunya adalah Kesenian Musik Samroh atau dalam lidah bahasa lokal biasa disebut Musik Samproh atau Samprohan.

Apa itu Musik Samroh ?

Dapat dikatakan bahwa Musik Samroh ialah Musik Qosidah yang dimainkan oleh ibu-ibu muslimat dengan menggunakan alat musik tradisional . Jadi sudah bisa ditebak bagaimana gambaran dari musik ini jika dilihat dari pengertiannya tersebut. Betul sekali, bahwa Musik Samproh ini tak akan jauh dengan nada-nada syair islami yang umumnya dibawakan pada saat-saat tertentu seperti ketika ada hajatan pengajian, pernikahan, sunatan maupun perayaan lainnya.

Satu Grup Samroh atau Samproh di Pekalongan biasanya berjumlah 8-10 lebih orang penabuh alat musik dan 2-3 orang sebagai penyanyi atau vocalnya.

Baca : Daftar Nama Grup Musik Rampak Pekalongan

Samroh Pekalongan berbeda dengan Musik Samrah yang ada di Jawa Barat khususnya bagi masyarakat Betawi. Saya kutip dari wikipedia jika Samrah merupakan salah satu budaya dari Betawi. Musik Samrah atau orkes Samrah pada mulanya berasal dari Melayu sebagaimana tampak dari lagu-lagu yang dibawakannya seperti lagu Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah dengan corak Melayu, di samping lagu-lagu khas Betawi, seperti Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang-lenggang Kangkung, dan sebagainya ikut dinyanyikan. Dari segi alat musik yang digunakan, jika Alat musik Samrah Betawu ini adalah harmonium, biola, gitar, dan tamborin. Kadang-kadang dilengkapi dengan rebana bahkan gendang. Lantas bagaimana dengan Musik Samroh yang ada di Pekalongan ini ?

Musik Samproh Pekalongan
KLIK GAMBAR UNTUK DETAIL || Musik Samproh Pekalongan pada HUT Kota Pekalongan 111

Sejarah Perkembangan Musik Samroh Pekalongan

Belum bisa saya temukan bukti otentik maupun cerita yang valid mengenai sejarah awal munculnya kesenian musik khas Pekalongan yang satu ini khususnya bagi warga NU. Tetapi dari beberapa literatur yang sempat saya baca menyebutkan jika Musik Samroh pertama kali dibawakan menggunakan alunan musik khas Timur Tengah layaknya Simtudurror. Bedanya jika Simtudurror yang membawakan adalah kaum adam, sedangkan Samroh atau Samproh ini yang membawakan atau yang memainkan ialah dari kaum hawanya.

Diperkirakan awal masuknya jenis Musik Samprohan seperti ini ke Indonesia ialah sekitar akhir tahun 1980-an hingga awal 1990-an, yaitu dengan berupa nada murni syair-syair berbahasa Arab atau parsi. Kemudian masuk ke Pekalongan dan berkembang menjadi musik samroh yang lebih luas.

Pada dasarnya Syair dalam lantunan lagu-lagu dari musik Samrohan berisi puji-pujian terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Mirip dengan musik yang dinyanyikan oleh kaum Ansor di Madinah ketika menyambut kedatangan Rasulullah dan kaum Muhajirin dari kota Mekkah pada peristiwa Nabi Muhammad hijrah.

Saat ini Musik Samroh telah mengalami perkembangan menjadi beragam versi. Perkembangan ini disebabkan oleh adanya akulturasi gaya musik arabian (baca Timur-Tengah) dengan gaya musik dari budaya lokal. Akulturasi tersebut menghasilkan corak dan nuansa baru yang lebih familiar dengan masyarakat Pekalongan. Dengan adanya akulturasi antar dua budaya, membuat lagu-lagu Samroh lebih menarik.

Musik Samroh yang berkembang di Pekalongan biasanya dibawakan oleh para wanita dengan iringan alat musik rebana, jidor, genjreng, dan terban.

Alat Musik Samroh Pekalongan

Seperti yang telah saya sebutkan pada paragraf-paragraf sebelumnya bahwa Musik Samroh atau Samproh menggunakan alat musik yang masih tradisional layaknya Simtudurror. Biasanya alat musik yang digunakan ialah alat musik berjenis alat musik diaonik dan perkusi seperti :

  1. Rebana yaitu alat musik membranfon berbentuk tabung kayu yang salah satu permukaannya ditutup kulit binatang.
  2. Jidor yaitu alat musik membranfon berbentuk tambur atau genderang.
  3. Genjreng yaitu alat musik perkusi sejenis kecrek.
  4. Terban yaitu alat musik sejenis rebana berukuran lebih kecil.

Keunikan Musik Samroh

Dari penjelasan mengenai definisi, sejarah maupun perkembangan musik samroh Pekalongan, tentu ada pertanyaan “Apa uniknya musik samroh ini ?”. Menurut hemat saya pribadi, keunikan yang terdapat pada musik Samprohan ini adalah selalu dinyanyikan oleh para wanita (bisa juga ibu-ibu muslimat) dan selalu mempergunakan syair-syair pujian dalam bahasa Arab. Selain itu musik samroh menggunakan alat-alat musik jenis diatonik dan perkusi, Tidak ada alat musik jenis pentatonis yang digunakan. Dengan demikian irama yang dihasilkan akan lebih pada permainan dinamika.

Tak ayal jika setiap tahunnya para ibu-ibu muslimat NU yang ada di masing-masing daerah di Pekalongan akan sibuk berkumpul dan berlatih guna mengikuti lomba Musik Samroh antar pengurus ranting.

Baca juga : Daftar Bangunan Bersejarah di Kawasan Budaya Jetayu Pekalongan

Peranan Musik Samroh ini bukannya hanya sebagai hiburan saja, namun jauh lebih dalam ialah untuk berdakwah dan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari sobat CintaPekalongan yang telah membaca ini, apa sudah pernah melihat penampilan Musik Samroh ini ? Jika belum tidak ada salahnya saya cantumkan video Musik Samproh dibawah ini.

Salam Cinta Pekalongan

 

Referensi : pashaiful.blogspot.co.id

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan