Home > Kebudayaan > Kesenian Pekalongan > Kesenian Musik Simtudduror Di Pekalongan
pasang iklan di cintapekalongan.com

Kesenian Musik Simtudduror Di Pekalongan

Cintapekalongan.com – Label sebagai Kota Santri yang disandang untuk wilayah Pekalongan tentunya sangat layak. Hal ini, tercermin dari banyaknya pondok pesantren, Para Habaib, Para Kyai, dan beraneka kegiatan atas perayaan-perayaan hari besar islam di Pekalongan. Tak terkecuali masuk kedalam kesenian khas yang tentunya bernafaskan Islam.

Selain Samroh, Salah satu seni musik yang berkembang di Pekalongan berbasis islami adalah Simtudduror atau masyarakat sering menyebut Durronan atau Terbangan. Seni klasik ini menyimbolkan ikhwal puji-pujian memohon keselamatan dan shalawatan sebagai pencetusan rasa syukur kepada Sang Khaliq.

Seni Simtudduror memang biasanya ditampilkan dalam acara tasyakuran sebagai pembuka acara seperti acara akad nikahan, sunatan, perayaan Maulid, pengajian umum dan lain sebagainya.

Menurut pembina kelompok musik simtudduror ”As Sadaf” Pekuncen, H. Zaini, 71 tahun, mengatakan bahwa seni ini sangat popular di lingkungan ponpes dan kalangan muda pegiat jamaah masjid.

Baca juga : Kesenian Musik Rampak Pekalongan

Secara khusus seni Simtudduror hanya menggunakan alat musik rebana dan jidor, dan anggota kelompoknya antara 15 hingga 20 orang.

Alat musik rebana alias terbang ini dipukul secara rancak dengan pukulan ritme tertentu. Rancaknya bunyi terbang yang diiringi suara tabuhan jidor, benar-benar terdengar dinamis. Suara merdu puji-pujian pun membarengi alunan musik.

Kesenian Simtudduror
Vokalis dan Penabuh Musik Kesenian Simtudduror

Saking populernya budaya simtuduror di Pekalongan, tak jarang Simtudduror juga dilombakan antar-Pondok Pesantren (Ponpes) dan kelompok simtudduror remaja masjid atau majelis taklim.

Asal-Usul Kesenian Musik Simtudduror

Menelisik tentang asal usul simtudduror, secara historis berasal dari negara Timur Tengah. Seni ini diambil dari kitab simtudduror buah karya ulama besar Al Habib Al Imam Al Alamin Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsy yang berasal dari Qasam Hadratulmaut.

Judul asli kitab tersebut yakni Simtudduror Fii Akhbar Maulid Chairil Basyiar. Intinya kitab ini berisikan tentang untaian mutiara kisah kelahiran, akhlak, dan tarih hidup Rasulullah Muhammad Saw.

Baca juga : Kesenian Tari Batik Jlamprang Pekalongan

Ada keunikan dan kekhasan tersendiri pada seni musik Simtudduror. Yakni Musik ini hanya dimainkan dengan empat buah rebana yang ukurannya berdiameter 30 atau 32 centimeter. Bunyi pukulannya pun harus memunyai suara yang sama. Masing-masing rebana dari empat buah rebana yang dimainkan punya rumus pukulan yang berbeda-beda. Itulah keunikannya.

Rebana atau terbang merupakan alat musik yang sederhana, namun cukup sulit memainkannya.Ada beberapa jenis pukulan pada alat musik Simtudduror yang memiliki kekhasan tersendiri, yakni pukulan merasuk, genjring, dan golong.

Kesenian-Musik-Terbangan
Penabuh dan Alat Musik Simtudduror

Untuk pukulan golong ini ada dua jenis pukulan yakni golong satu dan golong dua. Kemudian untuk vokalisnya bisa dilakukan oleh satu orang atau secara bersamaan. Para pemain Seni Simtududor tersebut biasanya memakai baju seragam dengan warna sama sejenis baju koko atau kemeja takwa dan mengenakan kain sarung lengkap dengan peci atau “kupluk” (kopyah).

Dalam memainkan musik rebana untuk duror ini memang ada rumus-rumusnya, seperti pukulan tek dan pukulan duk. Dari rumus-rumus pukulan itulah yang kemudian menghasilkan musik yang benar-benar bersuara rancak dan penuh dinamis.

Dan, lantunan syair yang lazim dilantunkan, misalnya seperti; Thala’al Badru Alaina, Minsani yatil wada’, Madda asyukru alaina, Madda Alillah hiya, dan seterusnya.

Baca juga : Kesenian Musik Samroh Pekalongan

Banyak grup atau kelompok Simtudduror yang melestarikan kesenian ini. Hampir setiap masjid atau mushola bahkan tiap kampung selalu ada yang memainkan. Namun ada beberapa kelompok yang sangat terkenal dalam dunia simtudduror seperti grup Al-Musyidin dan Az-zahir yang sudah malang melintang dalam mengisi tiap acara perayaan islam di Pekalongan bahkan luar kota.

Salam Cinta Pekalongan

Sumber : Potret Sisikmelik Kabupaten Pekalongan

▼ Silahkan DiBagikan ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal cintapekalongan.com. Terima Kasih


About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com