Home > Kebudayaan > Kesenian Pekalongan > Kisah Asal-usul Kesenian Sintren Pekalongan

Kisah Asal-usul Kesenian Sintren Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Cerita mengenai Asal-usul Kesenian Sintren Pekalongan tak terlepaskan dari kisah kasih asmara antara seorang gadis bernama sulasih dengan Raden Sulandono putra dari Ki Bahurekso dan Dewi Rantamsari tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Kecewa dengan dengan kedua orang tuanya, Raden Sulandono memutuskan untuk pergi menyepi dengan bertapa di suatu tempat sedangkan sulasih sedih ditinggal pergi kekasinya tersebut akhirnya memilih menjadi seorang penari.

Melihat putranya pergi membawa kesedihan dan kekecewaanya dalam pertapaanya, secara diam-diam Dewi Rantamsari, ibunda Raden Sulandono mengatur pertemuan kedua sepasang kekasih yang telah terpisahkan tersebut dengan melalui pertemuan ghaib.

Asal-usul Sintren
Penari Sintren Sedang Beraksi | Foto by Pasattimur Fajardewa

Dengan menggunakan kesaktiannya, Sang Dewi Rantamsari memasukan roh bidadari kedalam tubuh Sulasih yang sedang menari sementara pada saat yang sama roh dari Raden Sulandono dipanggil pula untuk hadir menemui kekasihnya Sulasih yang sudah terasuki roh bidadari.

Baca juga : Mengenal Kesenian Sintren Yang Legendaris

Dari kisah pertemuan ghaib antara roh raden Sulandono dengan Sulasih yang sudah terasuki roh bidadari itulah masyarakat pesisiran Pekalongan dan sekitarnya mengenal seni Sintren dan sejak saat itu tarian sintren yang dibawakan oleh penari sintren akan terasuki roh bidadari.

Kendati ada banyak versi tentang legenda sintren, namun apapun versinya kesenian sintren terlanjur legendaris bagi masyarakat yang tersebar di kawasan pesisir pantura barat Jawa Tengah. Dan sekarang kesenian tersebut mulai menggeliat kembali dan agaknya semangat untuk menghadirkan lagi kesenian sintren oleh kelompok masyarakat pegiat seni sintren di Desa Bojong patut kita apresiasi meskipun tidak mudah tapi sudah melakukan langkah awal untuk mengakrabkan kembali nostalgia sintren di kalangan generasi sekarang.

Bagi para egiat seni sintren ini melakukanya karena alasan yang klise, menggunakan kesenian sintren ini untuk mengamen yang hasilnya untuk menghidupi kru pelaku kelompok seni sintren. Sungguh ironi memang, tapi itu masih lebih baik karena negeri ini sudah tidak ramah bagi hidupnya seni rakyat.

Negara hanya peduli pelestarianya melalui diskusi-diskusi, buku-buku dan dokumentasi agar termuat dalam arsip-arsip yang memenuhi khasanah ilmu serta memenuhi rak-rak perpustakaan sekolah dan perpustakaan negara.

Negara sudah lupa caranya melestarikan kesenian tersebut secara langsung, melalui para pelaku seninya, mengupayakan ke berlangsungan seni itu sendiri supaya tetap eksis dengan memperbanyak ruang-ruang pembelajaran seni khas tersebut untuk tetap hidup.

 

Video by Innayah

Salam Cinta Pekalongan ^^

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Mey Ribkha

ribkhah@gmail.com'

Check Also

Papringan Bersaudara Pringlangu

Daftar Nama Grup Musik Rampak Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Pagelaran Tutur Batik

Tentang Pagelaran Perdana Tutur Batik “Kawung”

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...