Home > Sejarah > Cagar Budaya Pekalongan > Cagar Budaya : Sejarah Klenteng Pho An Thian Pekalongan

Cagar Budaya : Sejarah Klenteng Pho An Thian Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Kondisi masyarakat Kota Pekalongan yang menjunjung tinggi rasa menghormati antar etnis sangat terasa. Hal ini bisa dilihat dari sejak dulu kala bahwa Pekalongan merupakan tujuan dari para pedagang dari berbagai penjuru dunia, tak terkecuali pedagang dari negeri Tiongkok.

Hal ini bisa di lihat dari adanya sebuah perkampungan atau yang biasa disebut dengan ” Pecinan” telah ada di Pekalongan sampai sekarang. Kelompok masyarakat Tionghoa (sebutan orang keturunan Cina) ini mendirikan tempat ibadah mereka sekelas masjid Agung milik orang islam Pekalongan yang disebut dengan Klenteng. Klenteng ini sudah menjadi salah satu bangunan bersejarah dalam peradaban yang ada di Pekalongan. Sebagai masyarakat Jawa Pekalongan, tak ada salahnya jika mempelajari salah satu bagian dari kota tercinta ini.

Klenteng Pho An Thian terletak di Jalan Blimbing No. 3, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah

Nama Klenteng masyarakat Tionghoa Pekalongan tersebut adalah Klenteng Pho An Thian. Nama Pho An Thian berasal dari bahasa Hokkian atau Bao An Dian dalam bahasa Mandarin yang berarti “ Istana Mustika Keselamatan ” dengan makna sebagai tempat ibadah yang memberikan perlindungan dan keselamatan bagi umatnya.

Klenteng Pho An ThianFoto Klenteng Pho An Thian Nampak Depan Menggunakan Teknik Panorama

Baca juga : Asal – Usul Kampung Pecinan Pekalongan

Kelenteng Po An Thian Pekalongan berada di samping/belakang Gereja santo petrus di Jl. Blimbing No. 5, Pekalongan

Berdasarkan data pustaka salinan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ” Perkumpulan Pho An Thian ” tahun 1917, Klenteng Pho An Thian ini diperkirakan berdiri sejak 1882 atau tanggal 15 bulan 5 Imlek.

Tidak diektahui secara pasti siapa penggagas pendiri dari Klenteng Pho An Thian ini. Tetapi menurut cerita dari sebagian masyarakat sekitar, pendiri Klenteng ini adalah leluhur dari keluarga bermarga “Touw“. Menurut cerita, pilar Naga yang ada di Klenteng Pho An Thian berasal dari 2 pilar rumah keluarga Touw yang berada di Jalan Belimbing No 49. Hal ini karena anjuran dari ahli Feng Sui Tiongkok yang diundang kesini. Menurutnya, pilar Naga ini hanya cocok digunakan di bangunan Klenteng saja. Maka salah satu pilarnya digunakan untuk membangun Klenteng tersebut.

Pilar Naga Klenteng Pho An Thian Pekalongan
Pilar Naga Di Dalam Klenteng Po An Thian Pekalongan

Pilar Naga ini khusus dipesan langsung dari seorang arsitek dan ahli seni ukir Tiongkok. Pembangunan Klenteng Pho An Thian ini pada awalnya berupa bangunan utama saja, di mana para ” Sin Beng” yang dipuja (antara tahun 1882 – 1964) adalah : Sin Long Tay Te, Tek Hay Cin Jin / La Kwa Ya, Khay Lam Tay Ong, dan To Te Kong. Bangunan ini hanya berbentuk segi empat dengan 3 pintu masuk dan 2 pintu samping. Didepan pintu masuk terdapat patung 2 ekor Singa penjaga (Bao Gu Shi), dan pada bagian belakang terdapat pelataran dengan 2 buah tiang peyangga dari kayu berukiran Naga dan 8 Dewa.

Pada tahun 1995, Klenteng Pho An Thian menambah pemujaan Cap Pwee Lo Han sumbangan dari Singapura yang sudah diberkati oleh Bhikhu Uttamo dari Blittar. Oleh pengurus, arca pemujaan ini ditempatkan di sisi sebelah kanan Koan Im untuk menggantikan, tempat untuk pemujaan foto seorang Lama (pemimpin agama Budha) dari Tibet.

Pada tahun 1999, Klenteng Pho An Thian, merestorasi cat dan ornamen-ornamen yang sudah rusak serta membuat duplikat 3 buah Joli dan tandu (Kio). Joli tersebut selesai dibuat pada akhir tahun 2000 dan pertama kali digunakan untuk acara kirab ” Goan Siauw ” Imlek 2552 (2001). Para Sin Beng yang diarak adalah : Sin Long Tay Te, Tek Hay Cin Jin, dan Hok Tek Ceng Sin.

Klenteng Po An Thian
Masyarakat Tionghoa di Klenteng Po An Thian

Kemudian pada tahun 2000an, pengurus Klenteng membeli 2 buah bangunan di sebelah barat untuk perluasan Klenteng dan difungsikan untuk Parkir dan kantor sekretariat Yayasan.

Demikian ulasan mengenai Sejarah Klenteng Pho An Thian yang berada di kawasan Pecinan Kota Pekalongan yang bisa saya berikan. Semoga ini bisa menjadikan penambah wawasan untuk lebih mencintai Pekalongan dengan sejuta keunikan dan kekayaan yang ada. Semoga bermanfaat

 

Salam Cinta Pekalongan

 

Sumber : Dirhamsyah, M. (2015). Pekalongan Yang (Tak) Terlupakan. Pekalongan: KPAD Kota Pekalongan.

Penulis : Angga

Foto : Arief Rusman

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Daftar-Wisata-Petungkriyono

6 Wisata Cantik Alam Petungkriyono Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Sejarah Batik Khas Pekalongan

Potensi Keren Wisata Batik di Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...