Home > PEKALONGAN > Kuliner > Kuliner Pekalongan > Kuliner : Sekoteng Pak Woh Pekalongan
beauty glowing

Kuliner : Sekoteng Pak Woh Pekalongan

Cintapekalongan.com – Minuman Wedang Sekoteng yang dipikirkan kita adalah minuman hangat yang berbumbu jahe dan rempah-rempah lainnya. Tetapi di Pekalongan, Sekoteng bukanlah sebuah minuman hangat dengan berbumbu jahe dan kawan kawannya namun merupakan minuman yang menyegarkan dengan perpaduan Es, Susu, Sirup,  Roti Tawar, Miswa (bahan untuk campuran adonan roti yang terbuat dari ketan). Sirupnya pun sirup khusus yang produksi sendiri.

Minuman-minuman berbasis jahe yang dimulai dari Bandrek, Wedang Jahe, Wedang Ronde, adalah minuman khas dari Jawa, khususnya Jawa Tengah.

Khusus Sekoteng , sebetulnya bukan asli minuman dari Jawa. Kata Sekoteng merupakan serapan dari bahasa Tionghoa (Hokkian) yakni dari kata Shi atau Su yang berarti sepuluh atau empat, Guo yang berarti buah, dan T’eng yang berarti kuah atau sup.

Maka tidak heran jika Sekoteng yang dikenal di oleh masyarakay Jawa Tengah banyak mengandung biji-bijian seperti kacang-kacangan. Dari daerah asalnya Sekoteng ini berisi empat macam buah yang dikeringkan yakni Kacang Amandel, Buah Jail, Biji Teratai, dan Kelengkeng.

Pengen mencicipi hidangan Sekoteng yang lain daripada yang lain, datanglah ke Pekalongan. Tepatnya di “Warung Makan dan Wedang Sekoteng” pak Wan atau dikenalnya Pak Woh. di Jl. Kenanga, Klego, samping Pro Futsal kamu bisa mencoba hidangan Sekoteng yang khas dan unik. Bagaimana tidak ? Sekoteng  Pekalongan bukanlah minuman hangat berbumbu jare dan rempah mirip jamu dengan isian tanpa buah–buahan kering atau biji–bijian alias lain daripada yang lain.

Baca juga : Nasi Uwet Zarkasi Khas Pekalongan

Sekoteng Pak Wan / Woh  Pekalongan ini berisi Susu, Sirup, Roti Tawar potong dadu, Biskuit dan Miswa. Sirup yang digunakan adalah sirup hasil racikan sendiri dari resep turun temurun dari generasi ke generasi. Sedangkan Mieswa adalah bahan untuk campuran roti yang berbentuk seperti mie kering.

Sekoteng Pak Wan Pekalongan
Sekoteng Pak Wan / Woh PekalonganWed

Perihal Mieswa, kalau di Cina terbuat dari tepung gandum sedangkan di Indonesia terbuat dari tepung terigu. Mieswa melambangkan umur yang panjang, Mieswa sering dimakan bersama keluarga di hari pagi hari perayaan ulang tahun. Dengan harapan bahwa di tahun ini keluarga tersebut mengalami panjang kerukunan, panjang kesehatan, serta panjang rezeki sebagaimana panjangnya Mieswa tersebut.

Wedang Sekoteng Pak Woh tidak hanya disajikan panas sebagai penghangat tubuh. Di warung ini juga disajikan hidangan Sekoteng dingin dengan menambahkan es yang menyegarkan. Cita rasanya sendiri kurang lebih sama dengan kuah dari es campur, yang membedakan isiannya saja. Selain itu uniknya itu menggunakan misua, jadi penampilannya begitu memikat saat disajikan. Apalagi segarnya pas cuaca panas, sekoteng jadi idola banget ini.

Baca juga : Tempat Ngopi Pedesaan Warkop Senandung Rindu

Warung Sekoteng Pak Woh Klego sudah ada sejak tahun 1989, sekarang sudah generasi kedua yaitu Pak Abdullah sebagai penerusnya. Sekoteng Pak Wan menjadi salah satu rekomendasi bagi masyarakat pekalongan untuk menikmati kesegaran sebuah minuman es. Sudah banyak masyaraat yang menjadi pelanggan di Warung Pak Wan, selain menikmati Sekoteng di waung Pak Woh juga menyediakan Nasi Megono dengan berbagai menu dan bumbu seperti acar, oseng tempe, mie bihun.untuk menikmati seporsi Sekoteng cukup dengan Rp. 7.000.

Menurut legenda dan cerita orang tua dulu, Sekoteng sudah ada dan dikonsumsi sejak masa Kaisar Qin Shi Huang (masa Dinasti Qin 221 SM – 206 SM). Pada masa itu, Sekoteng dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan menjaga kehangatan tubuh. Saat ini, di negeri asalnya Sekoteng disajikan hangat pada saat udara dingin dan disajikan dingin dengan menambahkan es pada cuaca panas.

Sekoteng di Pekalongan merupakan wujud nyata dari Akulturasi Budaya yang berbeda yang ada di Kota kecil pesisir pulau jawa ini. Kota dimana Kampung Cina, Kampung Jawa, dan Kampung Arab hidup berdampingan dan rukun satu sama lain.

Baca juga : Limun Oriental, Softdrink Jadoel Dari Pekalongan

Jangan heran, jika kamu ingin mencicipi Sekoteng Pekalongan yang identik dengan kuliner Tionghoa kamu tidak akan menemukan hidangan ini di Kampung Cina, tetapi kamu malah akan menemukan Sekoteng di Kampung Arab. Karena meski Minuman asal Tionghoa (Cina), yang jual orang jawa, dan lokasinya di Kampung Arab. Dimana lagi bisa menemukan hal semacam ini, kalau bukan di Pekalongan.

Warung Wedang Sekoteng Pak Woh
Warung Wedang Sekoteng Pak Woh | FOTO: Imam B. Carito

Jika kamu ingin mencoba variasi Sekoteng yang lain,  kamu bisa ke Tanjung Pinang minuman ini disebut Chengteng atau Es Koteng yang berisi Job’s Taer (Chinese Pearl Barley atau Jali-jali), Atap Ci (Kolang–kaling), Sek Liu Ci (Biji Delima), Jagung, Pek Mak Je (Theochew), Bai Mu Er (Jamur Putih), dan Keladi. Sedangkan di Jawa Tengah khususnya, kita akrab dengan Sekoteng yang terbuat dari wedang jahe yang berisi kacang hijau, kacang tanah, pacar Cina Kolang-kaling, Roti tawar potong dadu, dan susu.

Baca juga : Kopi Tahlil Minuman Kopi Khas Pekalongan

Sedangkan di kepulauan Riau dan Singapura minuman ini dikenal dengan nama Cheng Teng. Disajikan sebagai dessert dengan isian berupa Lengkeng, Jali, Ginko, dan Biji Teratai. Sedangkan di Medan, minuman ini disebut Shiguotang. Isiannya antara lain Semangka, Pepaya Muda, Jagung, Buah atap, Cincau Hitam, Agar-agar, Selasih, Jali-jali, dan irisan Jeruk.

Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mencicipi Sekoteng Khas Pekalongan ini ?


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Cintapekalongan.com

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih

TULIS KOMENTAR

.:[Klik 2x Tombol][Close]:.
Donasi Pekalongan