Home > Cerita Rakyat > Kisah Legenda Asal-usul Dewi Lanjar

Kisah Legenda Asal-usul Dewi Lanjar

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

Support US 🙂

Bantu berikan dukungan untuk perawatan website cintapekalongan.com dengan klik iklan yang muncul agar tetap dapat memberikan informasi yang bermanfaat & memperkenalkan Pekalongan Raya kepada dunia. Terima kasih

Cintapekalongan.com – Bagi warga sekitar Pekalongan pasti tidak asing dengan nama Dewi Lanjar. Ia adalah Jin Cantik penguasa Laut Utara Pekalongan. Lantas siapakah sebenarnya Dewi Lanjar itu ?? Mari kita simak legenda dewi lanjar sampai kini masih banyak dibicarakan khususnya di masyarakat Pekalongan bagian utara. Rumor banyak pengunjung pantai yang meninggal di laut akibat ulah mahkluk gaib bawahan sang ratu pantai utara.

LEGENDA RATU PANTAI UTARA PEKALONGAN

Sosok Dewi Lanjar sampai sekarang masih merupakan legenda yang hidup didalam masyarakat dan masih berpengaruh dalam jiwa masyarakat terutama di Pekalongan. Dalam segala peristiwa sering kali dihubungkan dengan Dewi Lanjar, apabila ada anak yang sedang bermain-main dipantai hilang tentu mereka berpendapat bahwa si anak itu dibawa Dewi Lanjar.

Dan bilamana dapat diketemukan kembali tentulah si anak menyatakan dirinya tersesat disuatu daerah atau suatu kraton yang penghuni-penghuninya juga seperti kita-kita ini. Mereka mempunyai kegiatan membatik, berdagang, menukang, nelayan dan lain-lain yang tidak ubahnya seperti didalam kota saja. Daerah tersebut dikuasai oleh seorang Putri yang cantik ialah Dewi Lanjar.

Baca : Bukti Pekalongan Poros Tengahnya Pulau Jawa

Diceritakan pada jaman dahulu di suatu tempat Kota Pekalongan hiduplah seorang putri yang sangat cantik jelita, sampai sekarang masih menjadi pembicaraan penduduk, tempat yang terkenal dengan nama Dewi Rara Kuning. Adapun tempat tinggalnya tiada dapat diketahui secara pasti.

Dalam menempuh gelombang hidupnya Dewi Rara Kuning mengalami penderitaan yang sangat berat, sebab dalam usia yang sangat muda ia sudah menjadi janda. Suaminya meninggal dunia setelah beberapa waktu melangsungkan pernikahannya. Maka dari itulah Dewi Rara Kuning kemudian terkenal dengan sebutan Dewi Lanjar. ( Lanjar sebutan bagi seorang perempuan yang bercerai dari suaminya dalam usia yang masih muda dan belum mempunyai anak ).

LEGENDA DEWI LANJAR RATU PANTAI UTARA PEKALONGAN

Baca : Wisata Religi : Mengenal Habib Ahmad – Makam Sapuro

Sejak ditinggal suaminya itu Dewi Lanjar hidupnya sangat merana dan selalu memikirkan suaminya saja. Hal yang demikian itu berjalan beberapa waktu lamanya, tetapi lama kelamaan Dewi Lanjar sempat berpikir kembali bahwa kalau dibiarkan demikian terus akan tidak baik akibatnya. Maka dari itulah ia kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya, merantau sambil menangis hatinya yang sedang dirundung malang.

Tersebutlah, perjalanan Dewi Lanjar sampai disebuah sungai yaitu sungai Opak. Ditempat ini kemudian bertemu dengan Raja Mataram bersama Mahapatih Singaranu yang sedang bertapa ngapung diatas air di sungai itu. Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar mengutarakan isi hatinya serta pula mengatakan tidak bersedia untuk menikah lagi. Panembahan Senopati dan Mahapatih Singoranu demi mendengar tuturnya tergaru dan merasa kasihan.

Oleh karena itu dinasehatinya agar bertapa di Pantai Selatan serta pula menghadap kepada Ratu Kidul. Setelah beberapa saat lamanya, mereka berpisahan serta melanjutkan perjalanan masing-masing, Panembahan dan Senopati beserta patihnya melanjutkan bertapa menyusuri sungai Opak sedangkan Dewi Lanjar pergi kearah Pantai Selatan untuk menghadap Ratu Kidul.

Baca : Fakta Video Mapping Kota Pekalongan

Dikisahkan bahwa Dewi Lanjar sesampainya di Pantai Selatan mencari tempat yang baik untuk bertapa. Karena ketekunan dan keyakinan akan nasehat dari Raja Mataram itu akhirnya Dewi Lanjar dapat moksa ( hilang ) dan dapat bertemu dengan Ratu Kidul.

Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar memohon untuk dapat menjadi anak buahnya, dan Ratu Kidul tiada keberatan. Pada suatu hari Dewi Lanjar bersama jin – jin diperintahkan untuk mengganggu dan mencegah Raden Bahurekso (Pendiri Kota Pekalongan) yang sedang membuka hutan Gambiren ( kini letaknya disekitar jembatan anim Pekalongan dan desa Sorogenen tempat Raden Bahurekso membuat api ) tetapi karena kesaktian Raden Bahurekso, yang diperoleh dari bertapa Ngalong ( seperti Kalong / Kelelawar ), semua godaan Dewi Lanjar dan jin – jin dapat dikalahkan bahkan tunduk kepada Raden Bahurekso Karena Dewi Lanjar tidak berhasil menunaikan tugas maka ia memutuskan tidak kembali ke Pantai Selatan, akan tetapi kemudian memohon ijin kepada Raden Bahurekso untuk dapat bertempat tinggal di Pekalongan.

Baca juga : Fort Peccalongan, Benteng Tua Milik Kota Pekalongan

Oleh Raden Bahurekso disetujui bahkan pula oleh Ratu Kidul. Dewi Lanjar diperkenankan tinggal dipantai utara Jawa Tengah terutama di Pekalongan. Konon letak keraton Dewi Lanjar terletak dipantai Pekalongan disebelah sungai Slamaran tepatnya di Pantai Slamaran . ( Sumber Kantor Pariwisata & Kebudayaan )

Ada cerita lain yang menyebutkan jikalau Dewi Lanjar berasal dari sosok Rantam Sari (isteri Bahurekso) jika diruntut merupakan nawangsih yang masih adik dari Nawangwulan Ratu Kidul di Pantai selatan Jawa.

Video Pesugihan Dewi Lanjar – Ratu Pantai Utara

 

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

Support US 🙂

Bantu berikan dukungan untuk perawatan website cintapekalongan.com dengan klik iklan yang muncul agar tetap dapat memberikan informasi yang bermanfaat & memperkenalkan Pekalongan Raya kepada dunia. Terima kasih

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com

Check Also

Baron Sceber Rogoselo

Legenda Baron Sekeber Desa Rogoselo

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA