Home > Kebudayaan > Tradisi Pekalongan > Mengenal Tradisi Udik-udikan Masyarakat Pekalongan

Mengenal Tradisi Udik-udikan Masyarakat Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

Jual Snack Capret Pekalongan :-*

Snack Capret - kriuke pok! teman terbaik untuk ngemil santai sendirian, bareng teman atau bersama keluargan biar makin rahat, Bisa juga untuk oleh-oleh Khas Pekalongan . Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Dahulu setiap ada sanak keluarga maupun tetangga yang mempunyai anak baru lahir yang paling ditunggu-tunggu ialah selamatan 40 hari atau cukuran sang bayi. Kenapa ? Karena pada acara selamatan tersebut selain menyediakan bubur merah-putih dan nasi bungkus, ada pula acara yang ditunggu-tunggu oleh para tetangga yakni Udik-udikan atau Tradisi Udik-udikan. Tahukan kan Tradisi udik-udikan itu apa ?

Mungkin bagi anak-anak kecil jaman sekarang sudah asing dengan salah satu tradisi turun-temurun ini. Hal ini karena sudah semakin jarangnya warag masyarakat yang mengadakan tradisi tersebut. Tetapi disebagian besar desa di Kota Pekalongan masih ada kok yang secara rutin tiap ada acara cukuran bayi melaksanakan Tradisi Udik-udikan. Dimasing-masing wilayah tradisi udik-udik Pekalongan ini mempunyai nama lain lho seperti di daerah Sapuro tradisi ini disebut dengan “Lolakloce”, Nah bagaimana dengan daerah mu kawan ??

Tradisi Udik-udikan
KLIK GAMBAR UNTUK DETAIL || Uang receh disebar dalam Tradisi udik-udikan

Dan tahukah kamu, selain Pekalongan ternyata Tradisi ini juga ada lho di kota lain seperti Demak dan Gresik. Meskipun tujuannya sama yakni sedekah, namun pelaksanaan dan latar belakangnya berbeda. Jika di Demak karena nazhar keluarga yang berkeinginan mempunyai anak tertentu (cewek/cowok) terkabul sedangkan di Gresik karena acara sedekah bumi atas melimpahnya panen raya yang didapat masyarakat setempat.

Sebenarnya apa sih yang di maksud Udik-udikan ini ? serta apa manfaat dan tujuan diadakan acara tersebut ?

Tradisi Udik-udikan adalah Sebuah kegiatan sedekah dengan cara melakukan penebaran uang recehan dikerumunan massa yang berkumpul. Biasanya uang recehan itu dicampur dengan beras kuning dan kembang. Uang yang lazim digunakan ialah uang logam pecahan 100, 200, 500 & 1000, ada pula uang kertas yang digulung dimasukan kedalam sedotan agar mudah diterbarkan. Untuk zaman dahulu zaman simbah kita, uang yang digunakan menyesuaikan uang yang beredar pada waktu seperti 1 sen, 10 sen hingga uang 25 rupiah.

Baca : Kearifan Lokal Kesenian Musik Rampak Pekalongan

Tradisi udik-udikan ini sudah dikenalkan dari generasi ke generasi turun-temurun. Oleh sesepuh zaman dahulu, Udik-udikan dimaknakan sebagai supaya warga untuk gemar bersedekah, dan ini coba ditanamkan sejak masih kecil karena tak sedikit pula anak-anak lah yang menjadi peserta perebut koin uang udik-udikan
Pada tahun 1950-an, udik-udikan ini sering dilakukan oleh warga yang hendak bepergian haji atau sepulang dari haji, mempunyai anak, ataupun hajatan lain seperti perkawinan. Dari pakem tradisi tersebut kini berkembang tak hanya dilakukan saat-saat tertentu melainkan acara sedekah bagi warga yang mampu maupun yang ingin slamatan.

Udik-udikan Pekalongan
Terlihat antusiasme warga dalam Tradisi Udik-udikan Pekalongan

Seiring berkembangnya waktu, untuk lebih memeriahkan dan menggaet para pengunjung yang lebih banyak maka dilakukan beberapa manuver dalam Tradisi Udik-udikan yakni dengan cara diberi Doorprice. Ada beberapa cara atau teknik dalam pemberian doorprice, salah satunya dengan menggulung kertas yang bertuliskan angka tertentu yang dimasukan kedalam sedotan dan ikut ditebar bersamaan dengan uang receh, kemudian bila ada yang beruntung mendapatkan itu, maka boleh ditukarkan dengan hadiah tertentu sesuai nomor yang didapat. Selain cara kertas yang digulung, ada juga yang dilakukan dengan cara menempelkan kertas dengan isolatip berisi angka tertentu ke uang recehnya, kemudian bagi yang mendapat bisa ditukarkan kepada yang empunya hajatan.
Namun, ada lagi yang bisa bikin heboh dan lebih rahat lagi dalam memberikan doorprice ketika Udik-udikan, yakni dengan cara melepaskan seekor ayam yang nantinya akan diperebutkan oleh warga yang berkunjung sehingga terciptalah suasa cair penuh tawa melihat orang-orang yang berusaha menangkap ayam yang gesit menghindari tangan-tangan yang siap menerkanya.

Hmmm… luamyan juga ya kalo dapet bisa dibikin ayam goreng ^^

Sayang, Tradisi Udik-udikan di Pekalongan kini hampir jarang ditemui. Entah karena pengaruh modernisasi zaman atau karena faktor yang lain. Sobat bisa menjumpai Tradisi ini di beberapa wilayah Pekalongan seperti di daerah Krapyak ,Kauman , Sugihwaras , Sampangan ,Kergon, Sapuro , Pesindon , Keputran ,Landungsari hingga daerah Buaran jika ada warga masyarakt yang ingin selamatan seperti 40 hari bayi, pernikahan, Haji dll. Tetapi setiap hari Rabu Pungkasan (Hari rabu terakhir bulan Safar) di daerah Utara Pekalongan akan menggelar Tradisi ini secara suka cita.

Baca juga : 3 Ciri Khas Bahasa Wong Pekalongan yang Wajib Anda Ketahui

Demikian pembahasan tentang Mengenal Tradisi Udik-udikan Khas Masyarakat Pekalongan ini saya paparkan, jika ada kesalahan mohon koreksinya dan jika ada yang ingin menambahkan informasi silahkan tulis di kolom komentar untuk kita diskusikan bersama. Terima kasih

Lihat keseruan Tradisi Udik-udikan di salah satu daerah di Kota Pekalongan yang masih dilestarikan.

Salam Cinta Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

Jual Snack Capret Pekalongan :-*

Snack Capret - kriuke pok! teman terbaik untuk ngemil santai sendirian, bareng teman atau bersama keluargan biar makin rahat, Bisa juga untuk oleh-oleh Khas Pekalongan . Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, saya ingin memperkenalkan kota tercintanya kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya. Jangan lupa share artikel ini, klik tombol sosmed di atas (twitter, facebook atau yang lain). Semoga bermanfaat untuk Anda dan orang lain. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Balon Udara Pekalongan

Tradisi Syawalan Balon Udara di Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA Jual Snack Capret Pekalongan ...

Sintren Pekalongan

Mengenal Kesenian Sintren Yang Legendaris

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA Jual Snack Capret Pekalongan ...