Home > Opini & Rubrik > Musik Rampak Mengisi Ruang Kesenian Religi Pekalongan

Musik Rampak Mengisi Ruang Kesenian Religi Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Dalam dua tahun terakhir ini,pekalongan yang menyandang sebagai kota kreatif dunia semakin menampakkan jati dirinya. Kreatifitas-kratifitas muncul dalam ruang-ruang yang tak terduga. Salah satu kratifitas masyarakat pekalongan yang sekarang ini menjadi virus dan menjalar dari Desa ke Desa lain, yaitu ‘Musik Rampak’.

Secara Bahasa rampak tidak bisa dipastikan berasal dari bahasa mana atau serapan dari bahasa apa. Ada beberapa definisi yang mengartikan kata rampak tersebut. Menurut bahasa sunda, rampak artinya Serempak, menurut KBBI Rampak artinya yaitu teratur. Sedangkan di pekalongan sendiri, kata rampak merupakan akronim dari “RAMe-komPAK”. Dari arti ketiga tersebut , serempak; teratur; dan rame, tercermin dalam musik rampak.

Grup Musik Rampak Kesemek Medono
Perfom Penabuh Musik dari Grup Kesemek Medono

Baca juga : 5 Fakta Menarik Sego Megono Pekalongan

Sekitar tahun 2014an, musik rampak mulai muncul di daerah pekalongan. Kemunculan musik rampak ini berawal dari tradisi Koprekan, prosesi membangunkan sahur dengan membunyikan music dari barang-barang apa saja yang bisa dibunyikan (perkusi), di bulan suci Ramadhan.

Berawal Musik Rampak Bedug Dari Banten

Pada tahun 1950-an di kecamatan Pandeglang-Banten sudah diadakan Pentas Rampak Bedug. Pentas musik rampak ini awalnya hanya diikuti oleh beberapa grup musik dari beberapa desa, kemudian diawal tahun 1960 seni ini menyebar luas dan berkembang di beberapa daerah.

Music rampak bedug yang ada di Banten ini merupakan hiburan rakyat yang mengadopsi dari tradisi “ngabedug”, tradisi yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan untuk menyambut datangnya bulan suci bagi umat islam.

Baca juga : Tradisi Udik-udikan Masyarakat Pekalongan

Di daerah Jawa Barat terdapat Musik Rampak Gendang, Sama hal nya dengan music Rampak Bedug yang dimaikan oleh orang banyak, yang membedakan adalah alat musik yang digunakan dan adanya tarian dalam pementasan. Model Musik Rampak Gendang ini kemudian dikenal luas oleh masyrakat Indonesia.

Perkembangan Musik Rampak di Pekalongan

Sedangkan menurut Maskur (tokoh masyarakat di Pekalongan) meyakini embrio dari kegiatan musik rampak di Pekalongan yaitu dari adanya kegiatan pawai “Pajang Jimat” yang diadakan setiap tahunnya.

Berkaca dari tarian Shiffin, tarian yang hanya cenderung dengan gerakan kaki sehingga tidak menimbulkan gerak yang eksotis, dalam Pajang Jimat merupakan salah satu embrio yang diadopsi di musik Rampak Pekalongan. Sehingga religiusitas yang muncul semakin memperkuat Pekalongan sebagai basis religi.

Musik Rampak kemudian berkembang pesat dan muncul hampir disetiap desa-desa. Meminjam definisi dari tulisan yang ada di cintapekalongan.com sebelumnya yakni di Kearifan Lokal Kesenian Musik Rampak Pekalongan , Musik Rampak adalah musik beriramakan perkusi yang dikoolaborasikan dengan tari dan gema Sholawat yang dimainkan oleh kelompok yang terdiri dari pemusik, penari dan penembang atau vokalis.

Berangkat dari historiografi serta definisi musik tersebut, selain sebagai kesenian yang ada di masyarakat, Musik Rampak menjadi media menghidupkan kembali semangat kerukunan dan gotong royong yang dikemas dalam kesenian masa kini khususnya bagi generasi muda masyarakat Pekalongan.

Instrumen Musik Rampak Pekalongan
Instrumen Musik Rebana dalam Rampak Pekalongan

Semangat kebersamaan dalam berkesenian ini direspon baik oleh masyarakat dari berbagai usia (anak-anak sampai orang tua). Respon tersebut tidak hanya pada wilayah apresiasi tetapi sampai wilayah pelaku seni.

Dengan keluesan dan kelenturan budaya yang dibangun dalam kelompok kesenian musik rampak ini, menjadikan masyarakat dari berbagai kalangan dapat terlibat secara langsung tanpa sungkan dan ewoh

“Pekalongan sebagai kota yang basis religinya sangat kuat ini mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, baik secara kelompok maupun individu, sampai pada bidang kebudayaan.”

Basis religi yang kuat tersebut mempengaruhi corak Musik Rampak, yang dapat dilihat dengan tembang-tembang yang diadopsi, tarian, dan gaya berkeseniannya. Walaupun unsur religiusitias yang ada di musik rampak masih sangat kental, tetapi hal ini tidak menjadi halangan dari masyarakat untuk turut berkontribusi dalam menyemarakan kesenian pekalongan.

Baca juga : Kesenian Musik Samroh Pekalongan

Unsur religiusitas dijadikan sebagai strategi bagi kelompok musik Rampak dalam menggemakan kesenian Islam dan memperkokoh religiusitas di Pekalongan. Tembang-tembang sholawat yang dimainkan, baik sholawat masa kini maupun sholawat jawi, Musik rampak turut mengajak masyarakat pekalongan dari semua kalangan untuk menggemakan sholawat.

Dengan itu, musik rampak mengisi ruang-ruang religi yang ada dipekalongan dalam berkesenian, dengan pendekatan semangat kebersamaan dalam masyarakat, yang mungkin belum disentuh oleh kelempok-kelompok kesenian ada.

Pengisian ruang religi dengan pendekatan music perkusi yang harus dimainkan dengan banyak orang, menjadikan Rampak dapat memasuki ruang di semua kalangan. Pendekatan yang cukup strategis ini menjadi alternative kesenian religi, yang mungkin kelompok-kelompok musik religi sebelumnya dibatasi dengan skat spiritual yang kuat.

Dinamika hiruk piruk yang sedang terjadi saat ini dengan bermotif agama serta Maraknya syiar yang menyasar anak muda dengan membawa misi yang visioneris dan mencoba merubah tatanan masyarakat yang sudah ada, mencoba mempersempit ruang kesenian.

Musik rampak ini mencoba merespon dinamika yang ada dengan membangun dan menghidupkan kembali kesenian masyarakat, sehingga Rampak tetap dapat menjaga nilai tatanan masyarakat dan memperlebarkan ruang kesenian yang tetap menjunjung nilai religi keislamaan yang tinggi.

Baca juga : Pawai Pajang Jimat, Semangat Maulid dan Nasionalisme Warga Pekalongan Raya

Musik Rampak Papringan Bersaudara
Jedur dalam Musik Rampak Grup Papringan

Musik Rampak juga menjadi ruang kesenian masyarakat yang melestarikan tembang-tembang religi jawi dengan kemasan masa kini. Sehingga ruang religi yang di isi Rampak dapat direspond dengan cepat oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu, musik rampak juga sebagai representasi dari harmonisasi masyarakat pekalongan yang rukun, adem, dan tentrem.

Inilah salah satu kontribusi tulisan yang di kirimkan oleh saudara Ma’ruf Al Khadad untuk cintapekalongan tentang Musik Rampak yang fenomenal beberapa tahun terakhir di Pekalongan.

Jika ada sedulur yang ingin memberi kontribusi uneg-uneg atau tulisan lainnya tentang Kearifan lokal tempat atau budaya di Pekalongan bisa langsung dikirim ke email contact@cintapekalongan.com.

Salam Cinta Pekalongan

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com