Home > Berita > Pemkot Harus Siapkan Langkah Penyelamatan Cagar Budaya

Pemkot Harus Siapkan Langkah Penyelamatan Cagar Budaya

KOTA PEKALONGAN – Pegiat sejarah Pekalongan dari Heritage Community, Mohammad Dirhamsyah memaparkan, setidaknya saat ini ada lebih dari seratusan bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan. yang terdiri atas bangunan rumah kuno milik warga, 23 bangunan cagar milik Pemkot Pekalongan dan Pemprov Jateng. Selain itu ada juga dari bangunan milik PT Kereta Api Indonesia, dan PT Pertani yang berada di Kawasan Budaya Jetayu.

Oleh karena itu, dari Pemerintah Kota Pekalongan perlu melakukan langkah antisipasi guna upaya penyelamatan terhadap bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah itu.

“Adapun sebanyak 23 bangunan cagar budaya milik pemkot, antara lain Museum Batik Nasional, eks-Bakorwil Pekalongan, kantor pos, pengadilan negeri, rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas), serta kantor Perum Perikanan Indonesia Pekalongan,” papar Dirham pada acara Edukasi Siswa dan Guru Berbasis Cagar Budaya yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan, Rabu (20/3/2019).

Baca juga : Cagar Budaya : Sejarah Gedung Pendopo Pekalongan

Dirham mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan cagar budaya yang ada di Pekalongan tersebut, perlu adanga Surat Keputusan (SK) pemerintah daerah setempat untuk memperkuat adanya bangunan cagar budaya. Pemerintah daerah dapat menghadirkan tim ahli cagar budaya untuk melakukan inventarisasi (inventory), kemudian dibuatkan SK.

Edukasi Cagar Budaya Pekalongan

“Selama ini cagar budaya di Pekalongan baru terdaftar di kementerian sehingga akan rawan jika tidak memiliki hukum tetap seperti SK pemerintah daerah,” tutur Dirham.

Senada dengan itu, Musadad daeri Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada menambahkan, pelestarian cagar budaya menjadi tanggung jawab bersama. Edukasi yang melibatkan siswa dan guru ini sangat baik, sehingga ke depannya dapat ditularkan atau dibagikan ke orang lain.

“Saya mendukung komunitas yang konsentrasi dengan cagar budaya, karena komunitas menjadi ujung tombak pelestarian cagar budaya,” tandas Musadad.

Musadad mengaku pihaknya hanya berkecimpung di bidang teoretis, tanpa komunitas atau praktisi yang menjadi ujung tombak, memanfaatkan keterlibatan dinas dan balai pelestarian saja tidak cukup.

Baca juga : Daftar Bangunan Bersejarah di Kawasan Budaya Jetayu Pekalongan

“Semua elemen harus sinergi untuk melestarikan cagar budaya, bahkan undang-undang cagar budaya mengikat dan melekat pada setiap orang untuk selalu menjaga dan melestarikan cagar budaya,” pungkas Musadad.

 

Sumber : radarpekalongan

▼ Bagikan ini ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com

TULIS KOMENTAR