Home > Berita > Pemkot Pekalongan Kembali Ajukan Pembangunan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut)
Mall Cintapekalongan

Pemkot Pekalongan Kembali Ajukan Pembangunan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut)

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan akan kembali mengajukan usulan pembangunan jalan lingkar utara atau Jalingkut ke pemerintah pusat. Pengusulan kembali jalingkut merupakan upaya Pemkot untuk mengurangi volume kendaraan berat yang melintas di dalam kota.

Seperti diketahui, Pemkot Pekalongan sudah pernah mengusulkan Jalingkut yang melintas di tiga wilayah yakni Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang. Progres realisasinya, ketiga wilayah sudah menandatangani MoU. Namun kemudian, pembangunan jalingkut ditunda karena pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan jalan tol.

Namun dalam mewujudkannya, Restu menyatakan perlu adanya komitmen dan sinergi dari tiga wilayah tersebut. Termasuk dalam masalah pembebasan lahan dan komtimen memasukkan rencana tersebut dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Baca juga : Hadiri Sarung Fest 2019, Walikota Pekalongan Populerkan Sarung Batik

“Dulu alasan kenapa realisasi usulan jalingkut ini berhenti karena tol sedang dibangun dan menjadi prioritas. Saat ini tol sudah selesai dan kami akan usulkan kembali jalingkut agar menjadi prioritas,” ungkap Kabid Lalu Lintas pada Dinhub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat.

Jalinkut Pekalongan

“Karena ini harus tiga wilayah, tidak bisa Kota Pekalongan sendiri. Untuk Kota Pekalongan jalingkut ini sudah masuk dalam Perda RTRW,” tambahnya.

Pengusulan kembali pembangunan jalingkut, merupakan salah satu solusi yang disampaikan Pemkot Pekalongan menanggapi permintaan dari pihak pengelola jalan tol agar Pemkot Pekalongan membantu mendorong kendaraan besar kembali lewat jalan tol.

Dikatakan Restu, terhadap permintaan itu Pemkot menyatakan tak bisa melakukan pemaksaan terhadap kendaraan besar untuk melintasi jalan tol. Karena secara aturan, jalan nasional ada kewenangan kementrian, bukan Pemda.

“Dalam rapat sudah dibahas bahwa Pemkot diminta untuk mendorong truk masuk ke tol. Tapi secara kewenangan kami tidak bisa. Kemudian jika harus dilakukan, pintu tol terdekat ada di Pemalang dan Batang jadi dua wilayah tersebut yang harus mengarahkan. Jadi sekali lagi kami tidak bisa melakukan itu. Yang bisa melakukan rekayasa lalu lintas adalah kementrian atau Gubernur karena ini juga lintas wilayah,” katanya.

Baca juga : Mie So, Salah Satu Makanan Khas Dari Pekalongan

Solusi lainnya, lanjut Restu, Pemkot juga akan mengusulkan revisi tarif khususnya bagi kendaraan berat. Karena sejak tol berbayar, terjadi peningkatan volume lalu lintas di dalam kota mencapai 70 persen dan didominasi kendaraan berat. “Pengemudi truk juga banyak mengeluh jadi kami usulkan agar tarif bisa dilakukan revisi, terutama bagi kendaraan besar,” tandasnya.(nul)

 

Sumber : radarpekalongan


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Rofius Salim Khafidz

Hanya Anak singkong dari desa pegandon, kab.pekalongan :D Salam Cinta Pekalongan

One comment

  1. Lama sekali program jalingkut pekalongan ini…. usulanya di kab pekalongan, mulainya jangan dari Jembatan Kapidodo tetapi mulainya dari jembatan kali kangkung. Karena kalau mulai dari jembatan kali kangkung bisa mendongkrak wisata pantai suter depok yg berada di kab pekalongan.

TULIS KOMENTAR

.:[Klik 2x Tombol][Close]:.
Donasi Pekalongan