Pendemi Corona VS Pancasila Bangsa Indonesia
Pendemi Corona Covid 19 Virus

Pendemi Corona VS Pancasila Bangsa Indonesia

Cintapekalongan.com – Corona Covid-19 telah menguji mental di seluruh dunia, merontokkan kesombongan-kesombongan, menghantui setiap nafas manusia dan akhirnya memperlihatkan sifat asli manusia. Wabah ini menjelma menjadi Pendemi mengerikan yang meluas tak terbatas oleh tembok dan portal apapun, sebagian besar manusia kocar-kacir, sementara sebagian lainnya masih asyik bersantai dan bercanda.

Khusus di Indonesia, Pendemi Covid-19 ini sesungguhnya menguji sifat Pancasila yang ada di tiap warga negara yang katanya merupakan karakter juga pedoman hidup bangsa ini.

Bagaimana ia Berketuhanan Yang Maha Esa, hidup dan mati adalah kehendaknya, namun ikhtiar dan tawakal juga harus dijalankan. Bagaimana para pemuka agama untuk mengarahkan umatnya demi kebaikan bersama, dan umatnya pun tak perlu merasa paling pintar dalam menghadapi pendemi ini.

Kemudian sifat Kemanusiaan yang adil dan beradab yang benar-benar diuji, terlihat masyarakat kita masih kurang peduli terhadap orang lain dan masih mementingkan keuntungan diri sendiri. Jelas ini tidak beradab dan tidak adil, yang punya uang bisa memborong ini itu sementara yang kurang mampu diharuskan mati mengenaskan ?

Pendemi Corona Covid 19 Virus
FOTO : ANTARA News

Harusnya ini bisa menjadi momentum untuk butir sila yang ketiga yakni Persatuan Indonesia. Corona bukan menyerang 1 – 2 orang Indonesia saja, namun ini bisa menyerang seluruh rakyat. Jika diharuskan untuk stay at home atau kebijakan lockdown maka seluruh pihak harus mematuhinya. Jelas bagaimana orang-orang yang masih banyak “ngenyel”nya dengan beragam alasan klasik, dan untuk negara pun harus ada di tengah-tengah bencana ini, pemerintah sudah diamanatkan undang-undang untuk kebijakan ini dan juga harus melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Dan bagi pejabat yang menjadi perwakilan dan pemimpin rakyat, dalam sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, seharusnya melepas seluruh warna partai / golongan / kelompok, berhenti saling berdebat, fokuskan untuk memberi kebijakan yang tidak bertele-tele untuk melindungi serta rakyat Indonesia. Tapi apa yang terjadi ? silahkan lihat saja bagaimana perangkat negara ini bekerja

Untuk butir sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka ini merupakan kesimpulan yang harus diambil oleh seluruh lapisan masyarakat, bagaimana pemangku kebijakan memfokuskan untuk rakyatnya, bagaimana rakyatnya peduli terhadap sesamanya, bersatu melawan pendemi ini.

Masih adakah Pancasila di negara ini ? Kalah kah Bangsa Indonesia melawan Corona ?
Bangsa ini masih berpedoman Pancasila kah ?
Pancasila yang selalu di gembar-gemborkan namun minim realisasi ini masih tidak malu kah kita ?

Sekian
Pekalongan. 24 Maret 2020

----------------------------------------------

Cintapekalongan merupakan media referensi tentang info Pekalongan - Batang, kamu juga bisa ikutan mengenalkan daerah kita ini lewat tulisan mu. Submit esaimu lewat cara ini dan dapatkan honor tiap esai mu yang tayang.

----------------------------------------------
donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server dan kegiatan amal. Terima Kasih

About Angga Panji W

Saya adalah Blogger paruh waktu dari Indonesia . Tujuan saya disini sebagai anak Pekalongan ingin memperkenalkan kota tercinta ini kepada dunia dengan konten digital. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih. Salam Cinta Pekalongan

TULIS KOMENTAR

.:Klik 2x Tombol-> [Close]:.
Selamat Datang