Home > Berita > Rencanakan Pembunuhan, Tersangka Mayat Dalam Karung Terancam Hukuman mati
beauty glowing

Rencanakan Pembunuhan, Tersangka Mayat Dalam Karung Terancam Hukuman mati

PEKALONGAN – Sebelumnya, pada Rabu (16/10) siang. Warga desa Blimbingwuluh kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan digegerkan dengan penemuan mayat dalam karung.

Mayat pertama kali ditemukan oleh warga bernama Konting, yang hendak mencari rumput di bantaran sungai Sragi Baru, didesa tersebut. Karena penasaran, saksi kemudian membuka karung tersebut dan melihat kaki manusia. Sontak, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Setelah dilakukan penyelidikan dan identifikasi, identitas korban yang ditemukan siang tadi akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Kumalasaroh binti Daidin, usia 25 tahun, warga dukuh Kedunginten RT. 01/ 10 desa Depok kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan.

Wanita yang berprofesi sebagai pemetik bunga melati ini, sebelumnya pada Rabu siang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tragisnya, jenazah korban dimasukkan kedalam karung serta mulut ditutup lakban.

Dugaan sementara, korban menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Pasalnya, ditemukan luka lebam dilengan korban bekas cengkraman dan bagian hidung yang berdarah akibat pukulan benda tumpul.

Kini kasus ini akhirnya terang benderang.

Tersangka Kasus Pembunuhan Mayat Dalam Karung Siwalan

Pasca penangkapan pelaku atas nama Jumari, warga Yosorejo Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan yang dibekuk tim buser Polres Pekalongan dibantu tim Resmob Polda Jawa Tengah di Tegal pada Kamis siang, akhirnya terungkap motif pembunuhan sadis ini.

Jumari mengakui, dirinya nekad menghabisi nyawa korban dikarenakan tuntutan ekonomi. Selama ini, dirinya hanya mampu menafkahi istrinya sebesar 10 hingga 20 ribu rupiah, hingga dirinya diusir dari rumah istrinya, di wilayah kabupaten Batang. Selain itu, motor bututnya yang nyaris rusak, membutuhkan biaya untuk perbaikan.

Dari hal itu, tersangka kemudian mencoba mendekati Kumalasaroh, yang selama ini terlihat memakai sejumlah perhiasan. Korban yang mengalami keterbelakangan mental, dimanfaatkan oleh tersangka.

Dari perkenalan seminggu yang lalu, tersangka sudah berhasil menggagahi korban hingga 5 kali. Naas untuk korban, pada hari Rabu pagi usai pulang kerja memetik bunga, dirinya mampir ke rumah tersangka. Usai melakukan hajat ritual ihik-ihik seperti biasa, tersangka membujuk korban untuk menyerahkan cincinnya.

Tersangka geram, saat rayuannya tak mempan, karena korban menolak menyerahkan cincinnya. Langsung, tersangka mengambil tali dan mengikat korban yang sudah pasrah. Tersangka kemudian mengambil lakban dan membekap seluruh muka korban. Namun, saat dipastikan korban masih hidup, tersangka kemudian menjerat leher korban dengan tali hingga tewas.

Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko dihadapan awak media menjelaskan, dari hasil penyidikan tersangka sudah merencanakan untuk membunuh korban. Pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (Trie Tanpa Kucir)
..


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Cintapekalongan.com

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih

TULIS KOMENTAR

.:[Klik 2x Tombol][Close]:.
Donasi Pekalongan