Resep dan Cara Membuat Megono Khas Pekalongan

Cintapekalongan.com – Setiap kali jalan-jalan ke luar kota, selalu saja ada yang nanya, “Megono ya?”. Seneng sih ditanya gitu. Itu tanda kalau yang khas di Pekalongan itu sudah dikenal orang. Tapi, apa sih megono itu?

Bagi sebagian besar warga Pekalongan, megono itu menu wajib. Bisa dimakan kapan saja. Mau pas sarapan, makan siang, atau makan malam. Megono wajib hadir. Nggak cuma itu, di setiap warung makan, selalu ada megono. So, nggak sulit menemukan jenis menu ini di Pekalongan.

Biasanya, megono disajikan bersama nasi. Lebih nikmat lagi kalau cara penyajiannya menggunakan daun pisang. Wah! Nyummmy banget!

Nah, kali ini, cintapekalongan.com mau bagi-bagi resep buat kalian. Resep membuat megono! Mau tahu? Apa mau banget?

Baca juga : 5 Fakta Menarik Sego Megono Pekalongan

Pertama-tama, siapin dulu bahan-bahannya. Apa aja sih bahan-bahannya? Ada bahan utama dan bumbu.

Bahan Utama Megono

  • Nangka muda atau gori (1,5 kg)

Pilih yang benar-benar muda. Jangan yang setengah matang apalagi yang terlalu matang. Nangka yang benar-benar muda diperlukan agar hasil masakannya punya tekstur yang empuk dan lembut. Kalau terlalu keras, cita rasanya jadi berkurang. Nggak bikin lidah berselera

  • Kelapa parut (1 buah)

Ini juga. Untuk bikin parutan kelapa, diperlukan kelapa yang masih muda. Karena yang muda lebih segar ketimbang yang tua. Lembut. Nggak keras.

  • Bawang merah (5 siung)

Jangan lupa, bawang merahnya diiris tipis-tipis. Sebelum diiris tipis, dikupas dulu kulitnya. Saat mengupas dan mengiris bawang merah jangan sambil nonton sinetron. Nanti dikira kamu sedang menangisi artis idolamu saat beradegan sendu.

  • Cabai hijau (5 buah)

Cabai hijau itu cabai yang warnanya hijau. Ukurannya lebih besar dari cabai rawit. Nyaris seukuran sama cabai merah. Cabai ini diiris tipis. Awas tangkai cabainya! Jangan sampai ikutan diiris. Tangkai cabai dibuang aja. Atau dikumpulin bareng kulit bawang, terus jadiin pupuk tanaman.

  • Cabai merah (5 buah)

Sama seperti cabai hijau. Cabai ini juga diiris tipis-tipis. Tangkainya jangan diikutin ya….

  • Cabai rawit (5 buah)

Masih seperti cabai-cabai yang lainnya, diris tipis. Soal jumlahnya, bisa sih disesuaikan dengan selera lidah. Yang doyan pedes silakan tambahkan cabai rawitnya. Yang nggak doyan pedes ya sebaiknya lima butir cabai rawit cukuplah.

  • Bunga kecombrang

Ini nih… bumbu rahasianya. Jangan bilang ke tetangga ya kalau ini bumbu rahasia yang bisa bikin rasa megono jadi enak. Eit lupa! Kecombrangnya diiris-iris ya. Jangan gelondongan. Nanti susah makannya.

  • Daun salam (3 helai)

Daun yang satu ini sudah sangat familiar deh kayaknya. Jadi, biarkan aja dia bergaul dengan bahan-bahan lainnya. Nggak perlu diiris apalagi dihaluskan. Biarin aja dia apa adanya.

Setelah semua bahan utama siap. Kamu perlu nyiapin alat penghalus bumbu. Bisa menggunakan blender atau cowek. Sebaiknya sih pakai cowek. Lebih natural dan cita rasanya juga terjaga. Nah, apa saja bahan bumbu yang harus dihaluskan? Ini nih….

  • Bawang merah 4 siung.
  • Bawang putih, 2 siung.
  • Kemiri, 3 butir. Goreng atau sangrai terlebih dahulu.
  • Lengkuas, 1 ruas.
  • Kencur, 1 ruas.
  • Daun jeruk, 2 lembar.
  • Terasi, 1 sendok makan. Perkirakan jumlahnya sesuai selera. Bagi yang tidak menyukainya, bisa menghilangkan bahan ini.
  • Merica bulat, 1 sendok teh.
  • Ketumbar bulat, 1 sendok teh.
  • Garam, secukupnya.

Kalau kamu nggak pingin repot, bisa sih bumbu halus ini dibeli di pasar tradisional. Biasanya dijual paketan. Tapi kalau pengin dapet sensasinya sih mending ngalusin sendiri. Sekalian olahraga saat nguleg.

Proses Memasak Nasi Megono

Yang perlu dilakukaan kali pertama adalah mencampurkan bahan-bahan megono itu tadi dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Aduk secara merata. Kalau sudah rata beneran, dikukus dah semuanya. Tentu, ngukusnya pakai alat pengukus. Bukan alat pengukur.

Selanjutnya, kamu cukup bersabar aja. Nunggu kukusan benar-benar matang. Biasanya sih butuh waktu antara 30 sampai 40 menit. Tapi, itu juga bergantung dengan porsi dan kapasitas alat kukusnya. Jadi, selain bersabar, kamu kudu memastikan dulu apakah megono sudah matang apa belum setelah 30 – 40 menit. Kalau belum ya ditunggu aja. Mungkin megono belum respon. Siapa tahu, megononya bentar lagi kirim chat WA dan bilang otw!

Baca Juga : 13 Jajanan Jadoel Khas Pekalongan yang Masih Eksis di Jaman Now

Nah, setelah matang jangan lupa alat pengukusnya diangkat dari kompor. Api pada kompornya juga dipadamkan kalau memang sudah nggak mau dipakai memasak lagi. Ya biar irit pemakaian gas dan menjaga keamanan dan keselamatan di dapur. Siapkan wadah saji yang ukurannya cukupan.

Untuk memastikan apakah semua bahan dan bumbu sudah rata beneran, aduk lagi megono yang sudah matang itu. Kalau masih kurang asin, boleh tambahin garam lagi sambil diaduk-aduk supaya rasa asinnya merata.

Penyajian Nasi Megono Untuk Mandaran

Untuk sajian secara Mandaran (Tumpengan) Anda bisa siapkan piring atau nampan beralaskan daun pisang, tata nasi putih di bagian tengah dengan porsi sesuai yang Anda butuhkan. Tata urap nangka muda yang sudah jadi tadi di bagian pinggiran atau atasnya.

Sajian Nasi Megono Pekalongan

Lengkapi dengan lauk seperti tempe atau tahu goreng, ayam goreng, ikan asin, pindang telur, telur asin, telur dadar, hingga kerupuk dan yang pasti ialah Sambalnya. Taburi juga di bagian atasnya dengan bawang goreng atau serundeng kelapa untuk hasil yang lebih gurih.

Beri irisian mentimun atau tomat untuk porsi makan yang lebih seimbang dengan sayur serta membuat penampilannya lebih menarik.

Sajian Mandaran Nasi Megono biasanya ketika ada acara selamatan atau acara lain yang mengharuska untuk makan bersama, namun tidak terkecuali jika ingin disajikan untuk makan bersama keluarga biar makain rahat “gayeng” dan menambah rasa keakraban satu sama lain.

Sapitan dan Nasi Megono
Nasi Megono Dengan lauk Sapitan di Lesehan Sego Megono

Dan jika tidak suka disajikan dengan cara Mandaran atau Tumpengan ini, anda bisa sajikan dengan nasi serta lauk terpisah layaknya acara makan biasa di meja makan.

Dalam masyarakat Pekalongan, Nasi Megono kerap menjadikan sebagai menu saat sarapan. Untuk sehari-hari, biasanya lauk pelengkapnya hanya tempe goreng atau kerupuk saja.

Baca : 7 Kuliner Khas Pekalongan yang Lezat dan Populer

Salam Cinta Pekalongan

 

Penulis : Lestari Nurhadi | Penyunting : Ribut Achwandi


Tulis Artikelmu Sendiri !

Bagikan cerita, pengalaman, opini, karya sastra dan jurnalistik kamu disini. Kiriman Artikel Kamu berkesempatan untuk dibaca oleh jutaan orang di Indonesia. Buruan gabung yuk, Begini caranya


Lestari Nurhadi

Lestari Nurhadi

Dari saya untuk daerah tercinta

Related Posts