Home > PEKALONGAN > Sejarah > Asal - Usul > Sejarah Asal-usul Kelurahan Keputran Kota Pekalongan

Sejarah Asal-usul Kelurahan Keputran Kota Pekalongan

Cintapekalongan.com – Kelurahan Keputran adalah salah satu Kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Saat ini kelurahan tersebut digabung dengan kelurahan Kauman pada tahun 2014. Meski telah digabung, namun sejarah dan cerita asal-usul yang ada tetap lestari dan patut untuk kita pelajari bersama agar tidak tergilas oleh zaman.

Wilayah Kelurahan Keputran sebelah barat dan utara dibatasi oleh Sungai Kupang dan Kelurahan Kauman. Sebelah timur dibatasi oleh Poncol dan Kelurahan Noyontaan, sebelah selatan dibatasi oleh Kelurahan Landungsari. Sedangkan sebelah Utara dibatasi oleh Kelurahan Sugihwaras.

Pada masa lalu kawasan Keputran merupakan pusat dari Pemerintahan Kabupaten Pekalongan, karena di sinilah tempat bupati Pekalongan tinggal dan melaksanakan tugasnya. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah pedagang, pegawai dan buruh dari perniagaan. Secara etimologi, Keputran berasal dari kata putra yang mendapatkan awalan ke dan akhiran an.

Baca juga : Sejarah Asal-usul Kelurahan Kauman Kota Pekalongan

Putra dalam bahasa Jawa berarti anak, terutama anak laki-laki karena untuk anak perempuan disebut dengan putri. Keberadaan imbuhan ke-an menerangkan bahwa keputran merupakan tempat. Sehingga dapat diartikan sebagai tempat dimana putra atau anak laki-laki tinggal dan bermain.

Sejarah Kelurahan Keputran Kota Pekalongan
Peta Kelurahan Keputran Kota Pekalongan

Pemberian nama Keputran ini sebenarnya adalah untuk lingkungan keraton. Berdasarkan dari pakem budaya keraton Jawa baik Surakarta maupun Yogyakarta, Keputran terletak disebelah kanan rumah tinggal raja. Para pangeran baik putra dari permaisuri maupun selir berkumpul dan bermain di tempat ini.

Baca juga : Sejarah Asal-usul Kelurahan Sugihwaras Kota Pekalongan

Sedangkan bagi para anak perempuan raja dan saudaranya berada di sebelah kiri yang disebut dengan keputren. Adanya pakem inilah akhirnya para bupati andahan atau bawahan raja yang biasanya juga berasal dari keluarga istana membawanya ke tempat dimana mereka berkuasa.

Begitu pula dengan di Pekalongan Keputran berada disebelah kanan dari rumah tinggal bupati. Namun secara administrasi meluas hingga disebelah selatan kabupaten. Keberadaannya yang dekat dengan Kabupaten menjadikannya sebagai tempat yang eksklusif.

Pada masa lalu sentono atau keluarga bupati, pejabat-pejabat kabupaten dan para nayaka praja (pegawai administrasi) dan abdi dalem tinggal di wilayah ini. Lingkungannya teratur dan terdapat rumah-rumah besar kuno yang merupakan sisa dari masa lalu.

Dapat dikatakan kini tidak lagi seteratur dulu karena rumah-rumah tersebut telah beralih tangan dari pemilik aslinya. Ada yang telah diwariskan kepada anak keturunannya kemudian dijual kepada pendatang, atau dibongkar dan dibagi-bagi kepada ahli waris lainnya.

Kemudian mereka membangun kembali rumah sesuai dengan kebutuhan mereka. Pertambahan penduduk inilah yang membuat lingkungan Keputran tidak serapi yang dulu.

Kelurahan Keputran
Peta Kelurahan Keputran via Google Maps

Baca juga : Sejarah Asal-usul Nama Tempat di Keputran

Merujuk dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa keberadaan nama Keputran adalah seiring dengan adanya Kabupaten Pekalongan. Namun resmi sebagai sebuah desa dengan administrasi tersendiri belum dapat diungkap secara pasti.

Salam Cinta Pekalongan

 

Sumber : Agung Tjahjana – Mengungkap Asal-Usul Nama Kelurahan di Kota Pekalongan – KPAD Kota Pekalongan.

▼ Bagikan ini ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com