Sejarah Asrama Susteran dan RSUD Kraton Pekalongan – Cintapekalongan.com - Media No.1 Referensi Pekalongan
Home INFO PEKALONGAN Sejarah Asal - Usul Sejarah Asrama Susteran dan RSUD Kraton Pekalongan
RSUD Kraton Pekalongan

Sejarah Asrama Susteran dan RSUD Kraton Pekalongan

Cintapekalongan.com – Sejarah  mengenai RSUD Kraton dan Asrama Susteran di Pekalongan tak lepas dari peran SOUERS de Notre Dame (SND) atau Suster-suster Notre Dame. Awalnya SND ini merupakan gerakan moral yang muncul di Eropa pada tahun 1804 akibat merosotnya nilai-nilai moral dan maraknya kemiskinan akibat perang dan kerusuhan sosial, mereka kemudian menyebutnya Kongregasi. Gerakan yang dimotori para suster itu kemudian meluas dan sampai di Indonesia (pada waktu itu disebut Hindia Belanda) yang dianggap salah satu Provinsi oleh Kerajaan Belanda pada tahun 1849.

Adapun misi konkret SND di Indonesia dimulai pada 21 November 1934 dengan datangnya 5 Suster missionaris dari kerajaan Belanda dan Jerman atas permintaan Uskup Purwokerto, yaitu Sr. Maria Alfonsia, Sr. Maria Reginal, Sr. Maria Godefrieda, Sr. Maria Irma dan Sr. Maria Adelberta. Mereka magang di RS Pemerintah (Hindia Belanda) di Bendan Pekalongan (saat itu berupa bangunan rumah sederhana, sekarang kita mengenalnya sebagai Puskesmas Bendan) untuk merintis fasilitas kesehatan bagi organisasi mereka.

Karena ketekunannya, institusi kesehatan tempat mereka bekerja pun berkembang pesat. Namun sesuai rencana dan cita-cita, mereka kemudian merintis berdirinya Rumah Sakit Misi yaitu Beatrix Zeikenhuis di kawasan kelurahan Kraton Pekalongan pada 1940.

Susteran Pekalongan

Pada tahun tersebut Suster membeli tanah itu dari beberapa penduduk. Dana pembelian itu sebagian disupport oleh Kerajaan Belanda dan sebagian lagi dari penghasilan para suster itu sendiri.

Baca juga : Situs Petilasan Syekh Lemah Abang di Doro

Namun cuma sebentar mereka berkiprah dengan Rumah Sakit yang mereka rintis karena dengan masuknya Jepang pada 1942, ke-5 Suster itu kemudian dimasukkan ke Kamp Tawanan. Ketika Perang Dunia II berakhir mereka kemudian dibebaskan pada awal 1950-an.

Namun situasi politik yang sudah berubah memaksa mereka menerima keadaan bahwa RS yang mereka rintis sidah diambil alih Pemerintah Kota Pekalongan pada 11 Agustus 1954 sejalan dengan Revolusi Pemerintah RI gencar mengadakan “Nasionalisasi” baik pabrik-pabrik maupun kantor-kantor yang semula dikuasai asing (Belanda dan Jepang). Boleh jadi Rumah Sakit Beatrix dianggap sebagai institusi yang harus dinasionalisasi dan itu diterima oleh Keuskupan Purwokerto.

RSUD Kraton Tempo Dulu
Lorong di RSUD Kraton Tempo Dulu

Saat itu hanya tersisa sebagian kecil lahan yang kemudian dibangun untuk tempat tinggal. Status merekapun berubah bukan sebagai pemilik tetapi dianggap sebagai pegawai di RS itu.

Makanya tanah di sebelah utara (asrama Susteran) tetap Jadi milik Keuskupan karena tidak masuk klausul dalam proses nasionalisasi.

Bahkan ada ruang perawatan (R. Flamboyan) sebagian lahannya meminjam milik Susteran (ada perjanjian tertulis) dan pihak Sustern mmasih mempertahankan bagian atap hingga tidak diperkenankan diubah ketika ada rehab.

Sejarah RSUD Kraton

Rumah Sakit Beateix Zeikenhuis kemudian berganti nama menjadi Rumah Sakit Kraton Pekalongan.

Baca juga : Situs Petilasan Syekh Lemah Abang di Doro

Dalam perkembangannya Pemkot Pekalongan saat itu mengalami kesulitan hingga pada 1966 RS Kraton diserahkan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah. Pada 1967 oleh Gubernur Jateng RS Kraton diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan hingga saat ini.

Bagaimana dengan ke-5 Suster SND yang merintis RS Kraton itu ?

Mereka kemudian merintis berdirinya Klinik Bersalin di Jl. Barito no. 5 Pekalongan pada 12 September 1966. Klinik itulah yang kemudian berkembang menjadi RS Budi Rahayu Pekalongan.

Dan sisa lahan yang ada di utara RSUD Kraton saat ini digunakan untuk asrama Susteran. Kemudian tahun 1970-an beberapa di antaranya dipanggil pulang ke Belanda dan Jerman oleh keuskupan mereka.

Sumber : Nico Avata

Bagikan ini :

----------------------------------------------

Cintapekalongan merupakan Platform media referensi tentang Pekalongan - Batang, kamu juga bisa ikutan mengenalkan daerah kita ini lewat tulisan menarikmu. Ayo kirim esai tulisanmu lewat cara ini dan dapatkan honor tiap esai mu yang tayang.

donasi cintapekalongan.com
BANTU BERI DONASI
Untuk mengembangkan media ini agar tetap bermanfaat. Terima Kasih

About Angga Panji W

Avatar
Sebagai anak Pekalongan ingin memperkenalkan potensi kota tercinta ini kepada dunia lewat konten digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.:Klik 2x Tombol-> [Close]:.
Selamat Datang