Home > Sejarah > Asal - Usul > Sejarah Dan Asal-Usul Nama Tempat di Keputran
pasang iklan di cintapekalongan.com

Sejarah Dan Asal-Usul Nama Tempat di Keputran

Cintapekalongan.com – Selain sejarah pada asal-usul Kelurahan Keputran sendiri, ternyata di Keputran ada beberapa nama “kampung” atau tempat yang juga memiliki sejarah yang menarik, antara lain Kampung Kwijan, Kanjengan, Magersaren, Grogolan, Ledok dan Keputran. Bagaimana penamaan kampung-kampung disini, simak penjelasannya dibawah ini.

1. Kampung Kwijan

Menyebut kata Kwijan, sebagian besar informasi menyampaikan bahwa kata ini berasal dari nama bupati Pekalongan pertama yang bernama Tan Kwi Djan. Beliau adalah seorang pendekar Cina Muslim yang memiliki pencaharian sebagai pedagang dan mendapatkan penghargaan dari Mataram karena jasanya.

Tan Kwi Djan dianggap sangat berjasa karena dialah orang yang mampu menghancurkan kelompok-kelompok perampok di wilayah pesisiran. Jasa yang besar lainnya adalah kemampuannya menjalankan tugas dari Raja Mataram untuk membangunkan Bahurekso, seorang pemuda sakti yang sedang bertapa di hutan gambiran di wilayah Pekalongan.

Bahurekso dibangunkan karena sangat dibutuhkan Mataram untuk menjadi panglima dalam pengusiran VOC di Batavia. Cerita antara Tan Kwi Djan dengan Bahurekso ini telah tumbuh dan mengakar di masyarakat Pekalongan. Namun nampaknya kita masih membutuhkan banyak kajian untuk mendapatkan kebenarannya.

Makam Bupati Tumenggung Adipati Djayadiningrat
Makam Bupati Tumenggung Adipati Djayadiningrat / Tan Kwee Jan

Salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah adanya kurun waktu yang berbeda antara masa hidup dan kiprah dari Bahurekso dengan Adipati Tan Kwi Djan. Setelah menyelesaikan tugasnya tersebut Tan Kwi Djan mendapatkan izin untuk berdagang di wilayah pesisiran bahkan diangkat menjadi Adipati Pekalongan dengan gelar Raden Tumenggung Djayadiningrat I.

Walaupun menjadi bupati penguasa wilayah, Tan Kwi Djan tidak menggantungkan diri pada jabatannya dan berambisi untuk menyerahkan kepada keturunannya. Dapat dikatakan bahwa Tan Kwi Djan adalah enterpreneur yang kemudian menjadi bupati sehingga kekayaannya berasal dari usahanya berniaga bukan dari gajinya sebagai bupati.

Dirinya menyadari bahwa bukan merupakan sentana raja sehingga perlu untuk mempersiapkan masa depannya. Oleh karena itu dia membeli tanah yang luas disebelah timur kadipaten yang dipergunakan untuk masa tuanya sekaligus untuk diwariskan kepada keturunannya.

Tanah luas yang menjadi tempat tinggal pribadi Tan Kwi Djan tersebut lambat laun menjadi perkampungan dan dikenal dengan nama Kampung Kwijan. Kini kampung ini menjadi RT 5 RW 1.  Baca : Sejarah Asal-Usul Nama Desa Kwijan Pekalongan

2. Kanjengan

Secara etimologi kanjengan berasal dari kata kanjeng atau yang lebih tepat lagi kang jeng yang berarti yang mulia atau yang terhormat. Merujuk dari kata dasar tersebut dapat dimaknai bahwa yang disebut dengan kanjeng adalah orang yang paling dimuliakan.

Mendapatkan akhiran an menjadikannya bermakna tempat sehingga kanjengan dapat diartikan sebagai tempat dimana sang kanjeng berada. Status tertinggi pada lingkup kabupaten tentu saja adalah bupati, dengan demikian kanjengan adalah tempat dimana bupati tinggal.

Kanjengan ini terletak didalam kawasan pagar kabupaten Pekalongan. Kini kawasan ini menjadi aset kabupaten Pekalongan.

Kelurahan Keputran
Peta Kelurahan Keputran via Google Maps

3. Magersaren

Kampung Magersaren ini terletak di dalam lingkungan kadipaten, sehingga masyarakat umum diluar lingkungan kadipaten jarang mendengarnya. Hanya masyarakat di dekat lingkungan kadipaten saja yang mengetahui karena masyarakat umum lebih mengenal kanjengan dari pada istilah ini.

Magersaren berasal dari kata magersari, sedangkan kata aslinya adalah pager dan sari yang berarti pagar yang indah. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia magersari berarti orang-orang yang tinggal diatas tanah orang lain atau orang-orang yang tinggal diatas tanah Negara. Pada waktu dulu penguasa wilayah diberikan tanah yang luas untuk tempat tinggal.

Baca juga : Sejarah Dan Asal-Usul Nama Tempat di Kauman

Sudah pasti sebagai penguasa mereka membutuhkan orang-orang untuk membantu kehidupannya. Orang-orang ini diberikan izin menggunakan tanah untuk dibangun rumah dan dijadikan tempat tinggal. Lingkungan ini seringkali dikelilingi dan dibatasi oleh benteng atau tembok yang tinggi.

Orang-orang yang tinggal di kawasan inilah yang diistilahkan dengan magersari. Biasanya mereka ini adalah hamba sahaya atau abdi yang setia di lingkungan raja ataupun adipati. Sehingga magersaren merupakan kawasan tempat dimana abdi dalem tersebut tinggal. Kawasan ini berada di dalam lingkungan kadipaten sehingga masyarakat umum kurang mengenalnya.

Masyarakat umum lebih mengenal kanjengan karena memang tempat keberadaan adipati sekaligus merupakan pusat dari pemerintahan.

4. Grogolan

Grogolan, kalian tidak akan asing lagi dengan sebutan nama ini. Karena Grogolan lebih dikenal dengan nama Pasar dan persimpangan empatnya yang terkenal.
Grogolan adalah wilayah paling selatan dari Kelurahan Keputran. Tidak banyak informasi yang didapat tentang asal usul kata grogolan. Beberapa narasumber menyebutkan bahwa Grogolan berasal dari kata grogol yang berarti tidak rata atau tidak halus.

Kemungkinan munculnya istilah Grogolan ini adalah jalan Kartini sekarang atau jalan Setiabudi pada waktu itu jalannya masih pating grogol, banyak lubang, makadam atau tidak rata sehinga tidak nyaman bila dilalui.

Wilayah Grogolan ini dilewati jalan kuno yang memiliki perempatan utama jalan dari arah Semarang ke barat ke arah Ponolawen, ke utara arah kabupaten dan pasar serta ke arah selatan yang menuju ke wilayah Kuripan dan Bandar Sedayu di Batang.

Baca juga : Sejarah Dan Asal-Usul Nama Tempat di Kelurahan Sugihwaras

Jalan ini merupakan jalur perekonomian sehingga sangat ramai pada waktu itu. Kondisi tempat yang tak rata inilah yang membuat orang menjadikannya sebagai penanda dengan nama grogolan yang berarti wilayah yang jalannya pating grogol.

Sejarah Kelurahan Keputran Kota Pekalongan
Peta Kelurahan Keputran Kota Pekalongan

5. Kampung Ledok

Kampung ini merupakan kawasan paling barat dari wilayah Keputran yang meliputi RT 3 s/d RT 6 RW 3. Dari berbagai narasumber hampir semuanya memberikan informasi yang sama. Ledok dalam bahasa Jawa adalah tanah yang landai atau berada lebih rendah dari pada tanah disekitarnya.

Kemungkinan penyebabnya adalah tanah ini merupakan bantaran sungai Kupang sehingga karena pasang surut maka kondisinya tidak stabil dan lebih rendah dari tanah disekelilingnya.

Mengingat kebutuhan akan tanah untuk tempat tinggal, maka masyarakat memberanikan diri untuk tinggal di tempat ini. Mereka akhirnya mendirikan kampung yang dikenal dengan sebutan kampung Ledok.

Keputran juga memiliki kawasan pecinan yaitu di sekitar Grogolan. Tidak terlalu banyak memang namun sangat mewarnai keragaman penduduk mengingat kawasan ini dulu diperuntukkan bagi bumiputra.

Baca juga : Sejarah Dan Asal-usul Nama Tempat di Krapyak Lor

Dari dulu hingga kini Keputran dikenal sebagai kawasan pendidikan selain Panjang, hal ini disebabkan adanya sekolah Hollands inlandsh school ( SD untuk bumi putra yang memiliki keturunan bangsawan atau orang kaya) dan de inlandsh school (sekolah setingkat SMP untuk bumi putra). Kini terkenal karena adanya sekolah favorit yaitu SMAN 1 dan SMPN 6 serta Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.

Salam Cinta Pekalongan

Sumber : Agung Tjahjana – Mengungkap Asal-Usul Nama Kelurahan di Kota Pekalongan – KPAD Kota Pekalongan.

▼ Silahkan DiBagikan ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com

Check Also

Peta Kelurahan Kauman Pekalongan

Sejarah Asal-usul Kelurahan Kauman Kota Pekalongan

Cintapekalongan.com – Kelurahan Kauman berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan sebelum adanya penggabungan ...

Makam Bupati Tumenggung Adipati Djayadiningrat

Sejarah Asal-Usul Nama Desa Kwijan Pekalongan

Cintapekalongan.com – “Tan Kwee Djan”, ketika mendengar nama ini pasti langsung ingat nama salah satu ...