Home > Sejarah > Cagar Budaya Pekalongan > Cagar Budaya : Sejarah Jembatan Loji Pekalongan

Cagar Budaya : Sejarah Jembatan Loji Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Jembatan atau Brog Loji  merupakan  salah satu bangunan cagar budaya milik Kota Pekalongan. Jembatan Lodji ini dibangun pada zaman pemerintahan Kolonial Belanda.Jembatan diatas kali kupang ini diperkirakan dibangun dari tahun 1880. Jembatan sepanjang 90 meter ini pada masa awal pembangunanya sangat vital. Baik untuk kepentingan masyarakat maupun pemerintah belanda (VOC) yang sedang melebarkan sayap jajahannya ke pedalaman pekalongan. Awalnya Jembatan masih terbuat dari kayu, tetapi seiring perubahan jaman tampilanya pun berubah

Lokasi Jembatan Loji Pekalongan

Jembatan Loji Pekalongan terletak di Jl. Sultan Agung, Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Tepat didepan RUTAN Kota Pekalongan

Baca juga : Sejarah Stasiun Kota Pekalongan

Ada yang menarik dari awal pembangunan jembatan loji ini,menurut cerita dari  Haji abdul Syukur (70tahun) warga kelurahan klego Pekalongan timur. menurut keterangan dari kakeknya yang bernama Haji Anwar, pada saat dimulai pembangunannya pada tahun 1880 pada saat dimulainya pada tahun 1880, saat sang insinyur Belanda hendak mengecor pondasi jembatan sempat mengalami kesulitan, karena adonan semen selalu terbawa oleh arus sungai.

Jembatan Loji Kota Pekalongan
Foto Jembatan Loji Kota Pekalongan Tempo Doeloe

Kemudian ada salah seorang kuli bangunan (warga asli pekalongan, tidak diketahui identitasnya) mengusulkan agar insinyur belanda tersebut mencampurkan adonan semen tersebut dengan tepung kanji (pati). Dan hasilnya sungguh diluar dugaan sang insinyur. Yang larut terbawa air sungai hanya tepung kanjinya saja,sedangkan adonan semen tetap menempel. Atas keberhasilan yang menajubkan ini, oleh Residen Pekalongan pada saat itu memberi kuli bangunan tersebut sebuah penghargaan.

Sekitar tahun 1950 an setelah indonesia merdeka, jembatan ini dipertahankan dan menjadi penghubung antara pesisir pekalongan dan daerah pedalaman karena jembatan ini satu-satunya jalan yang dapat memperpendek jarak tempuh.

Baca : Asal Usul Kampung landung Sari

Konon katanya,dibawah jembatan Loji ini ada sebuah makam. Bila air sungai kering maka akan terlihat bentuk makamnya. Entah ini makam siapa,yang jelas ini merupakan kabar yang beredar di masyarakat Pekalongan.

Brug Lodji Pekalongan
KLIK GAMBAR | Brug Lodji Pekalongan Saat ini

Demikian ,ulasan mengenai Sejarah Jembatan Loji Pekalongan yang sangat legendaris ini. Tetap kunjungi website ini untuk menambah informasi menarik seputar Kota Pekalongan yang indah ini.

(Angga)

(Dirhamsyah, M. (2015). Pekalongan Yang (Tak) Terlupakan. Pekalongan: KPAD Kota Pekalongan.)

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor kami dengan mengirimkan tulisan ke contact@cintapekalongan.com

Check Also

Daftar Bangunan Bersejarah di Kawasan Budaya Jetayu Pekalongan

Daftar Bangunan Bersejarah di Kawasan Budaya Jetayu Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Tugu Mylpaal

Cagar Budaya : Tugu Mylpaal Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...