Home > Sejarah > Cagar Budaya Pekalongan > Sejarah Monumen Juang Lebakbarang – Kabupaten Pekalongan

Sejarah Monumen Juang Lebakbarang – Kabupaten Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Peristiwa Bersejarah dibalik Monumen Lebakbarang

Cintapekalongan.comMonumen Lebakbarang yang berdiri di belakang kantor Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan ini menyimpan sejarah perjuangan masyarakat, pejabat pemerintah, dan militer di Karesidenan Pekalongan tatkala melawan penjajahan Belanda pada tahun 1947 yang ingin menguasai negeri ini.

Kronologi Sejarah :

Pada bulan Juli 1947, tentara Belanda yang diboncengi NICA, kembali menjajah Indonesia. Kekuatan pemerintah tidak mampu menghadapinya. Maka pemerintah Karesidenan Pekalongan, terdesak dan mengungsi di Lebakbarang.

Para pejabat Karesidenan Pekalongan yang mengungsi ke Lebakbarang di antaranya, Residen Pekalongan Wali Al-Fatah, Asisten Residen Soedjono, Sekretaris Residen Agoes Miftah, Bupati Pekalongan M Soerodjo, Patih Pekalongan Soeprajitno, Sekretaris Bupati Pekalongan Moechidin, dan Wali Kota Pekalongan R Soepeno.

Selama kurang lebih satu bulan, para pejabat itu menempati rumah pesanggrahan milik warga Belanda bernama Thomas dan rumah-rumah penduduk setempat. Keberadaan pemerintahan darurat di Lebakbarang akhirnya diketahui pasukan Belanda yang kemudian melakukan serangan secara mendadak.

Dalam serangan itu, dua staf Karesidenan Pekalongan gugur yakni Soekatyo dan Soekono. Pejabat pemerintah kemudian mengungsi ke sebelah selatan, seperti di Desa Tembelanggunung, Pamutuh, Depok, dan Wonosido. Sejak saat itu, pejuang terus melakukan serangan gerilya pada pasukan Belanda.

Untuk mengenang pejuangan mereka, Residen Pekalongan (Alm) Moehtar, pada tahun 1961 mengadakan napak tilas ke Lebakbarang dan mengusulkan pembangunan monumen juang di sana. Kali pertama, monumen dibangun berukuran tinggi 200 cm dan lebar alas 150 X 150 cm, di pinggiran jalan Mahameru depan musala Al-Ikhlas, Lebakbarang.

Peristiwa Bersejarah Monumen Lebakbarang

Karena kondisi monumen rusak, diprakarsai panitia HUT Kemerdekaan RI tahun 1988, dibangunlah monumen berbentuk monas mini di belakang kantor kecamatan Lebakbarang yang dulunya taman bunga dengan ukuran tinggi 450 cm.

Baca juga : Asal-Usul Nama Desa Lebakbarang Kabupaten Pekalongan

“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para Pahlawannya “

Ayo Belajar Sejarah bangsa sendiri ^^, wow Pekalongan memang Sakpore (y)

 

 

 

Sumber : Kecamatanlebakbarang.blogspot

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

tubing-tapak-menjangan

Bermain Tubing Tapak Menjangan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Kajen Batik Karnival 2016 2

Uniknya Kajen Batik Carnival

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...