Home > PEKALONGAN > Sejarah > Asal - Usul > Sejarah Pasar Sentiling (Banjarsari) Pekalongan
beauty glowing

Sejarah Pasar Sentiling (Banjarsari) Pekalongan

Cintapekalongan.comPasar Sentiling atau sekarang ini dikenal dengan Pasar Banjarsari merupakan salah satu pasar tertua di wilayah Kota Pekalongan. Pada awal sejarah pasar banjarsari ini, lokasi yang digunakan untuk pasar merupakan sebuah lahan yang digunakan sebagai tempat pemakaman dari warga Tionghoa.

Menurut Haji Ali Sholeh warga Banjarsih Sugihwaras, dulu orang menyebut kalau mau pergi ke Pasar Sentiling, menyebutnya dengan Bong yang identik dengan sebutan untuk pusara makam orang Tionghoa. Kalau dilihat memang lokasinya sangat dekat dengan Pintu Dalem yang sekarang merupakan Jl.Blimbing.

“ Meski saya tidak menangi, namun kata nenek saya yang bernama Jahro, sebelum di bangun pasar merupakan lahan yang digunakan untuk pemakaman orang Tionghoa,”.

Hal ini bisa kita lihat, dengan sebuah lukisan karya Johannes Rach, seorang anggota pasukan Kavaleri VOC, yang pernah ke Pekalongan sekitar tahun 1770. Dalam lukisan dari seberang Benteng VOC , terlihat masih beberapa rumah bangunan rumah orang Tionghoa, yang kemungkinan letaknya dekat dengan lokasi pasar sekarang ini.

Baca juga : Sejarah Asal-usul Kelurahan Sugihwaras Kota Pekalongan

Dalam perkembangannya setelah tahun 1850an, Ketika Pemerintah Hindia Belanda di Pekalongan mulai membangun infrastuktur perkotaan, maka kemudian lokasinya di jadikan untuk pasar Malam, atau dalam bahasa Belanda di sebut “Tentoonstelling” atau tempat pasar malam.

Pasar Sentiling Pekalongan
Suasana di depan Pasar Sentiling Pekalongan Tempo Dulu

Dari penyebutan nama Tetoonsteling menjadi Sentiling, sehingga kemudian ketika di resmikan tahun 1911, namanya menjadi Pasar Sentiling, sesuai dengan sebutan orang Pekalongan. “ Jadi sangat ramai saat diresmikan, karena mendekati pasar kembang,” kata Haji Ali Sholeh.

Haji Ali Sholeh mengatakan, bahwa peresmian pasar dilakukan pada tahun 1911, saat bulan puasa menjelang lebaran.

“ Saat di lakukan renovasi yang pertama sekitar tahun 1970an, saat dibongkar sempat melihat sebuah prasasti yang bertuliskan peresmian pasar tahun 1911 dalam bahasa Belanda”, ungkapnya.

Sebelum tahun 1970, bila dilhat kondisi bangunannya sangat megah, pada pintu gerbang ada dua menara, yang bagian bawahnya di gunakan untuk tandon air. Sedangkan bagian atasnya digunakan untuk kantor pasar.

Menurut Haji Ali Sholeh, dengan adanya tandon air, setiap sore pasar selalu dibersihkan dengan mengunakan slang berbentuk spiral seperti milik pemadam kebakaran. Atapnya sangat kuat sekali, seringkali digunakan oleh anak-anak untuk tempat bermain layang-layang.

Baca juga : Sejarah Dan Asal-Usul Nama Tempat di Sampangan

“ Pasar kondisinya selalu bersih, setiap sore ada petugas yang membersihkan lokasi pasar, sehingga lokasi jualan ikan atau daging , kondisnya bersih dan tidak berbau,” katanya.

Faried Akwan, tokoh asal Pekajangan pernah menulis dalam blognya, Republic Megono, tentang Pasar Sentiling.

Pasar Banjarsari Pekalongan

Menurut Farid, Pasar Sentiling atau Pasar Banjarsari sangat indah artistik yang menyimpan sejuta kenangan. Di pasar itu, puluhan makanan khas Pekalongan tersedia. Ada Taoto ayam Pak Jo, Gado-gado Amat, Lontong Ngglebed Pak Nur, Gado-gado asli Pekalongan Pak Tarjo, Lontong Ayam Pak Badrun.

Selain itu ada sejumlah kios batiknya juga ngangeni. Ada kios batik dan Sarung Kaji Tuhri, Babah Mbing, disebelahnya ada tukang arloji dan kocomoto Mastur.

“ Dulu tahun 1960an weekendnya orang Pekalongan, setiap hari Jum’at, ya di pasar Sentiling, sambil ngisep rokok sukun biasanya kita ngobrol di kios, lalu sambil melihat lalu lalangnya orang dipasar. Dan tidak lupa biasanya kita nonton permainan ularnya Mar Katak, si penjual obat,” ungkapnya.

Farid Akhwan sangat menyayangkan, ketika tahun 1970an pasar peninggalan Belanda itu harus dibongkar total pada bagian mukanya sehingga harus mengorbankan menara kembar itu.

Baca juga : Sejarah Terbentuknya Kota Pekalongan

Pemerintah Kota Madya , di era Wali Kota Teguh Soenarjo, melakukan perombakan dengan tujuan memperluas depan pasar, karena dinilai tidak sesuai lagi dan dengan kondisi pedagang yang semakin banyak.

“Selain menghilangkan sejarahnya, perombakan pasar pertama tahun 1970an iatu, membuat sejumlah pedagang seperti kehilangan fanatisme pasarnya , yang telah dibangun selama puluhan tahun oleh para pedagang,” terangnya.

Perubahan yang kedua terjadi tahun 2003, di era Wali Kota Samsudiat, Pada saat itu, Pemkot tidak memiliki cukup dana untuk membangun sebuah pasar sendiri, sehingga harus melibatkan investor untuk terlibat dalam proses pembangunan. Sedangkan pada saat itu merupakan masa transisi, saat menjelang Pilkada 2005.

Sehingga kemudian dengan adanya investor PT.Dian Insan Sarana Cipta (DISC), Semarang. Pemkot lalu berupaya membangun sebuah konsep dengan mengabungkan antara pasar modern dengan pasar tradisional.

Proses pembangunanya memakan waktu hampir 3 tahun, dengan merelokasi semua pedagang ke pasar Patiunus dan ke Lapangan Sorogenen sebegai pasar darurat. Setelah proses pembangunan selesai , kemudian diresmikan sekitar tahun 2006.

Baca juga : Sejarah Kampung Sepuran dan Jalur KA Dalam Kota Pekalongan

Demikian seklumit tentang proses Sejarah Pasar Sentiling yang pernah menghiasi pasar terbesar dikota kita ini, sebuah musibah pada Sabtu sore, lalu telah meluluhlantakan hampir semua bangunan dan barang dagangan milik ribuan pedagang. Kita harus tetap tawakal dan pada setiap musibah, pasti akan ada jalan kemudahan, apabila kita semua mau berusaha untuk bangkit lagi.

(Source : Moch.Dirhamsyah, Pegiat sejarah Lokal)


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Cintapekalongan.com

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih

TULIS KOMENTAR

.:[Klik 2x Tombol][Close]:.
Donasi Pekalongan