Home > Sejarah > Cagar Budaya Pekalongan > Sejarah SMP N 13 Pekalongan (HOLLAND AMBACHTSHOOL)

Sejarah SMP N 13 Pekalongan (HOLLAND AMBACHTSHOOL)

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

Support US 🙂

Bantu berikan dukungan untuk perawatan website cintapekalongan.com dengan klik iklan yang muncul agar tetap dapat memberikan informasi yang bermanfaat & memperkenalkan Pekalongan Raya kepada dunia. Terima kasih

Cintapekalongan.com – Dari sekian banyak kawan-kawan cintapekalongan pasti ada yang merupakan alumni dari SMP N 13 Pekalongan. Sekolah dengan nuansa asri namun menyeramkan itu terletak di Perempatan ponolawen. Betul saja jika nampak seram karena sekolahan ini merupakan saksi bisu penjajahan yang terjadi di Kota Pekalongan.

SEJARAH SMP N 13 PEKALONGAN

Sekolah SMPN 13 ini dahulunya disebut dengan “Ambachtschool” yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1928. Ambachtschool ini merupakan sekolah teknik pertukangan yang waktu itu dinilai sangat cocok untuk orang-orang Pekalongan. Sekolah ini berdiri atas inisiasi dari catatan Residen Pekalongan Johan Ernest Jasper, menurutnya pelajaran yang cocok dengan karakter orang Pekalongan yang memiliki jiwa enterpreneur adalah sekolah yang disertai berolahraga, berkebun, bermain, dan berwiraswasta.

Baca juga : Sejarah Gedung Bakorwil Pekalongan

Pada Awalnya sekolah ini menempati Gedung Gajah yakni sebuah rumah besar dengan berbagai patung hewan di jalan Kerimunan (sekarang Jalan Salak). Kemudian permintaan dan minat untuk bersekolah terus bertambah, sehingga pihak sekolah memindahkan lokasi ke Jalan Sudirman (Sekarang belakang pegadaian).

Pada tahun 1942 ketika masa pendudukan Jepang di Pekalongan, sekolahan ini sempat di bakar sampai hangus oleh tentara Jepang yang kejam. Namun, oleh para murid semua peralatan teknik yang ada di sekolah itu berhasil di selamatkan dengan cara di sembunyikan di lubang yang dibuat di sekitar halaman sekolahan. Tak sampai disitu saja, pihak tentara Jepang pun menjadikan bangunan sekolah ini sebagai markas pasukan mereka.

SMP N 13 PEKALONGAN

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya setelah masa revolusi , sekolah ini berkembang dengan memperbanyak jurusan diantaranya Perkapalan, Listrik, dan Bangunan. Sekolah Teknik Negeri ( ST Negeri )ini berlangsung sampai tahun 1993, kemudian berubah menjadi SLTP Keterampilan sampai tahun 1994.
Namun, pada tanggal 23 April 1994 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu Prof.Wardiman, terjadi peralihan fungsi dari SLTP Keterampilan menjadi SMP Negeri 13.

Begitulah kiranya Sejarah Mengenai SMPN 13 Pekalongan. Bangunan sekolah khas kolonial dan suasana asri tiada banding dengan sekolah lain membuat SMPN13 ini tetap mempunyai jiwa dan kenangan tersendiri.

 

 

Silahkan bagi kawan-kawan yang punya informasi lainnya bisa kirimkan ke admin@jendelapekalongan.or.id, atau bergabung bersama kami menjadi Jurnalisme Warga disini.
Apapun informasi yang diberikan akan bermanfaat untuk warga masyarakat digital Kota Pekalongan, Amiin

Penulis : Angga
Sumber : Dirhamsyah, M. (2015). Pekalongan Yang (Tak) Terlupakan. Pekalongan: KPAD Kota Pekalongan.

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA
Klik Donasi

Support US 🙂

Bantu berikan dukungan untuk perawatan website cintapekalongan.com dengan klik iklan yang muncul agar tetap dapat memberikan informasi yang bermanfaat & memperkenalkan Pekalongan Raya kepada dunia. Terima kasih

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, saya ingin memperkenalkan kota tercintanya kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya. Jangan lupa share artikel ini, klik tombol sosmed di atas (twitter, facebook atau yang lain). Semoga bermanfaat untuk Anda dan orang lain. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Tugu Mylpaal

Cagar Budaya : Tugu Mylpaal Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Tugu Perjuangan Petungkriyono

Tugu Monumen Perjuangan Petungkriyono

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA