Home > Sejarah > Asal - Usul > Sejarah Tauto Pekalongan

Sejarah Tauto Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Setiap daerah di Jawa Tengah pasti mempunyai kuliner khas masing-masing. Tak terkecuali Kota Pekalongan juga mempunyai santapan kuliner yang khas yaitu Megono, Garang Asem dan Tauto Pekalongan nya yang lezat. Apa itu Tauto ?

Tauto merupakan salah satu kuliner khas Pekalongan. Dibuat menggunakan bumbu tauco; tauto menghadirkan cita rasa yang unik. Tauco membuat kuah soto jadi lebih kental dan merah dibandingkan soto-soto di Jawa pada umumnya.

Tauto adalah Makanan dari perpaduan dua kebudayaan kuliner (Tionghoa dan India ) yang menyatu yang terjadi di Pekalongan. Tauto berasal dari Caudo / Soto kuliner China dan Tauco bumbu India. Sering orang luar kota menyebutnya Soto Tauto Pekalongan.

Tauto merupakan salah satu kuliner khas Pekalongan. Dibuat menggunakan bumbu tauco; tauto menghadirkan cita rasa yang unik. Tauco membuat kuah soto jadi lebih kental dan merah dibandingkan soto-soto di Jawa pada umumnya.

Bagaimana Soto Tauto ini bisa menjadi khas Pekalongan ? Mari kita simak sedikit penjelasannya.

Sejarah Tauto Pekalongan Yang Khas

Soto sendiri berasal dari nama makanan China yang bernama Caudo yakni sebuah makanan yang berkuah, yang pertama kali dipopulerkan di wilayah Semarang. Lambat laun orang pribumi khususnya jawa memberikan sebutan Soto yang berasal dari Homofon Caudo. Kalau di Makasar makanan ini disebut Coto dan di daerah Pekalongan sendiri, masyarakat menyebutnya Tauto.

Dulunya, tauto dijajakan dengan dibopong para pedagang Tionghoa keluar-masuk kampung. Ya, persebaran soto di Nusantara memang tak lepas dari pengaruh para pedagang Tionghoa.

Makanan yang dulunya untuk masyarakat pecinan ini seiring dengan berjalannya waktu, orang pribumi pun menjadikan makanan ini menjadi bagian dari kuliner mereka. Tak terkecuali masyarakat Pekalongan juga ikut menjadikan makanan ini sebagai kuliner mereka, tak cukup dengan menikmatinya saja masyarakat Pekalongan rupanya menyesuaikan olahan Caudo ini dengan bumbu-bumbu khusus agar pas dengan lidah mereka.

Baca : Asal – Usul Nama Desa Noyontaan Kota Pekalongan

Resep Tauto Pekalongan
KLIK GAMBAR UNTUK DETAIL || Semangkuk Soto Tauto Pekalongan

Bukti antropologis menyebutkan , bahwa Soto sebagai sajian berkuah yang dipercaya dibawa oleh orang-orang Tionghoa ke Jawa Tengah sekitar pertengahan abad ke-18 M. Awalnya Soto adalah masakan China yang kemudian melebur dengan tradisi kaum imigran, pedagang, dan pengelana dari berbagai budaya sehingga muncul masakan-masakan Caudo di tiap daerah.

Orang-orang Tionghoa berperan penting dalam perkembangan budaya Jawa modern terutama dalam hal kuliner yang awalnya milik orang Tionghoa kini semua kalangan dapat menikmatinya. Sama seperti Pempek Palembang yang terkenal itu, awalnya Pempek adalah makanan khas China yang kemudian dibawa ke Palembang dan berkembang disana. Sama halnya dengan Soto caudo ini, awalnya hanya milik orang-orang Tionghoa kini sudah menjadi budaya masing-masing daerah di Jawa Tengah khususnya.

Pada Awalnya, Soto dijual dengan cara dipikul, keluar masuk kampung oleh orang Tionghoa yang berkucil ala Wong Fei Hung, sebagaimana diceritakan oleh menduang Haji Damudji,Penjual Soto di sebelah kantor kelurahan Klego sejak 1957.

Kuliner Khas Pekalongan
Tauto Pekalongan

” Dulu orang yang mulai berjualan tauto disini itu orang Tionghoa berambut panjang atau kuciren, dan dipikul oleh pembantunya keluar masuk perkampungan”.
Sedangkan menurut pengamat budaya Pekalongan, Said Awud Aziz. Soto / Tauto Pekalongan merupakan perpaduan antara dua bumbu khas dari China dan India.

” Ada dua kuliner kuat yang mempengaruhi dunia saat itu, yakni China dan India. Nah, kalau tauto sangat khas kedua bumbu ini memengaruhi masakan ini, karena di Pekalongan memang ada orang-orang India dan China yang bermukim.

Baca juga : Wisata Alam Curug Muncar Petungkriyono

Kenapa Tauto menjadi makanan Pribumi khususnya Pekalongan ?

Awalnya orang-orang Jawa pada saat itu yang menjadi para pembantu bagi penjual Caudo / Soto yang ikut keliling memikul dagangan. Seiring berkembangnya zaman, karena tidak ada generasi keturunan Tionghoa yang mau meneruskan usaha ini, akhirnya warga pribumi itulah berinisiatif untuk meneruskan usaha kuliner yang khas ini.

Kekhasan Tauto yang diracik warga pribumi Pekalongan adalah dengan menggunakan mie putih atau soun, kemudian ditambah bumbu sambal goreng (tauco) yang berbahan dasar kedelai serta menggunakan bahan daging kerbau bukan dagign sapi. Mengapa demikian ? akan saya jelaskan dilain waktu.

Tauco Pekalongan
Bumbu Tauco untuk Tauto Pekalongan

Demikian penjelasan mengenai Sejarah Tauto yang menjadi kuliner khas Pekalongan. Semoga bisa bermanfaat. Salam Kebangkitan Kejayaan Pekalongan (y) ^___^

Terus kunjungi situs ini untuk mendapatkan informasi yang wajib anda ketahui seputar Pekalongan tercinta. Mohon di Share 🙂

 

Sumber :

Image : google.com

(Dirhamsyah, M. (2015). Pekalongan Yang (Tak) Terlupakan. Pekalongan: KPAD Kota Pekalongan.)

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

sejarah batik di Pekalongan,

Sejarah Batik Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Kisah Ki Bahurekso Adipati Kendal Pertama

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...