Home > Sejarah Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan > Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan

Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan

Tradisi Lopis Raksasa Kota Pekalongan

Sejarah Tradisi Lopis Raksasa :

Sudah berlangsung sejak tahun 1855 M atau lebih dari 130 tahun yang lalu. Orang yang pertama yang mengelar tradisi Syawalan ini adalah KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahu Rekso pendiri Kota Pekalongan.

Tetapi untuk acara pemotongan lopis raksasa baru dilakukan sejak tahun 1956 oleh kepala desa setempat. Lopis adalah makanan yang terbuat dari ketan dibungkus daun pisang. Lopis memiliki makna yang sangat baik bagi warga Pekalongan, makna tentang persatuan dan kesatuan. Dengan dibungkus daun pisang dan di ikat kuat kemudian lopis raksasa di rebus selama empat hari tiga malam, sehingga tidak mungkin lagi butir-butir ketan itu untuk bercerai berai kembali sebagaimana semula. Itulah yang dinamakan persatuan dan kesatuan.

▼ Bagikan ini ▼

donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya jika media ini dirasa bermanfaat. Donasi ini akan digunakan untuk perawatan, operasional dan kegiatan amal bersama cintapekalongan.com. Terima Kasih


About administrator

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih