Home > Sisi lain > Sisi Lain Dibalik Pembangunan Taman Nursery

Sisi Lain Dibalik Pembangunan Taman Nursery

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Pekalongan – Tulisan ini sengaja saya buat bukan karena saya benci dengan kerja pemerintah atau menyalah-nyalahkan hasil kerja nya, namun atas dasar kemaslahatan bersama untuk lebih baik. Karena kategori sisi lain di portal web ini dibuat menggugah mata hati dan fikiran kita akan hal yang terlupakan atau yang terpinggirkan.

Saya sangat mengapresiasi keinginan pemerintah kota membuat publik area atau ruang hijau bagi masyarakat yang sudah terwujud dengan dibangun Nursery Florikultura. Taman ini sudah menjadi primadona masyarakt sekitar dari anak-anak hingga orang tua menikmati taman ini. Pembangunan ini dari segi kepuasan masyarakat sudah terpenuhi yakni dengan banyaknya para pengunjung di sepanjang hari ke taman ini meskipun belum diresmikan. Itu sudah sangat bagus, karena masyarakat kita butuh ruang-ruang terbuka seperti ini.

itukah merupakan sedikit keberhasilan dari kegagalan dari pembangunan taman ini, ada beberapa hal yang luput dari pemerintah dan kontraktor lakukan.

Yang pertama, permasalahan banjir pada taman tersebut.

Apakah pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Lingkungan Hidup sebelumnya tidak memprediksi atau mencari data fakta apakah lokasi tersebut cocok atau tidak dijadikan sebuah ruang terbuka, apakah disitu benjir atau tidak. Karena menurut beberapa orang disana bahwa pada lokasi tersebut kadang banjir setinggi 1 meter. Sunggguh disayangkan bila Taman tersebut sekarang ini tergenang air seperti gambar dibawah ini.

Rumput Taman Nursery Florikultura
Kondisi Rumput Taman Nursery Florikultura terendam air, terancam mati

Taman dengan biaya besar namun malah mengecewakan. Bagi sebagian para aktivis lingkungan, ini merupakan kegagalan. Sangat disayangkan bila rumput-rumput hias tersebut harus mati karena tergenang air berhari-hari. Sudah berapa rugi yang didapat ? Iya betul jika taman tersebut masih dalam masa perawatan dari kontraktor tetapi begitu lah yang terjadi.

yang kedua, masalah FGD yang dilakukan

Bagi para pemerhati lingkungan kemunculan taman ini seolah ajaib. karena tidak ada pertemuan atau biasa disebut dengan FGD yang dilakukan dinas terkait (PU /BLH) sekonyong-konyong ada taman. Padahal para pemerhati lingkungan ini sudah ahli untuk dimintai pendapat yang pas untuk master plan taman.
Beginilah yang terjadi, Taman dengan anggaran besar malah terkena banjir karena aliran air sudah terpotong jalan aspal + sekolah yang berdiri di sebelah timur. Bisa diteliti bahwa alran air mengalir dari bagian barat menuju ke timur taman. Jadi bila taman ini kebanjiran bukan faktor cuaca atau alam tetapi faktor keluputan yang mengerjakan. Para pemerhati (aktivis lingkungan yang tidak bisa saya sebut) sudah angkat tangan karena bangunan taman sudah jadi tidak bisa diapa-apakan lagi.

Nursery Florikultura
Seperti di tengah danau buatan

Yang ketiga, Tema & Tujuan pembuatan taman

Sempat saya berbincang dengan salah seorang penjaga taman yang mengaku dari orang kontraktor bahwa taman ini dibuat untuk pembibitan bagi tanaman-tanaman yang biasa untuk tanaman taman. Hal ini apakah tidak terfikir akan sedikit menyempitkan ruang bagi para pelaku bisnis tanaman hias yang sudah ada. Mungkin bagus pemikirannya bila Kota ingin membuat taman lagi tinggal mengambil tanaman dari Taman Nursery ini, tetapi tolong bisa difikirkan lagi kalau nursery tersebut bukan untuk tanaman hias melainkan tanaman obat herbal yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu kata penjaga tersebut bahwa taman ini juga akan dijadikan tempat ngopi (secaman kafe), yang terpenting dalam membuat suatu tujuan itu adalah merawatnya. Saya tunggu pemeliharaan dan perawatan apa yang dilakukan.

Yang keempat, Kebebasan dari Sampah

karena banyak yang berkunjung ke taman ini, maka menjadi ladang pencarian rupiah bagi pedagang jajanan maupun minuman yang selalu membanjiri disetiap harinya. Ini bila tidak difikirkan dan ditertubkan dari awal bisa menjadi bom waktu, karena dikhawatirkan akan meninggalkan banyak sampah-sampah dari pedagang disitu. Maklum saja, kesadaran kebersihan dari pedagang maupun masyarakt kita masih sangat rendah.

Saya selaku warga dan masyarakat kota Pekalongan sungguh menyayangkan bila taman yang bisa dijadikan keindahan kota justru gagal dalam arti tidak sebanding dengan antara manfaat dan kearifan lokal yang didapat. Pembangunan Taman Florikultura ini tolong dijadikan tamparan keras bagi dinas-dinas terkait dan kontraktor supaya bisa lebih baik lagi membangun taman-taman yang lain.

Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa disampaikan, tetapi saya takut salah dalam menyampaikannya. Mohon maaf bila ada kelompok yang merasa dirugikan atau dijelekan dalam tulisan saya ini. Saya tidak bermaksud menjatuhkan atau mencela sembarangan. Saya tulis berdasarkan fakta lapangan. Terima kasih sudah membaca ini.

Salam Cinta Pekalongan

Penulis : Angga

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan