Tari Sintren Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Mall Cintapekalongan
Bupati Pekalongan menerima penetapan Sintren ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (Dok istimewa)
Bupati Pekalongan menerima penetapan Sintren ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (Dok istimewa)

Tari Sintren Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

KAJEN – Kesenian tradisional Tari Sintren dari Pekalongan ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dalam kategori Seni Pertunjukan. Penetapan itu disampaikan pada acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Indonesia Tahun 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Selasa (8/10/2019) malam.

Kegiatan itu sendiri diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 di Komplek Gelora Bung Karno yang berlangsung dari tanggal 7 – 13 Oktober 2019.

Bupati Pekalongan menerima penetapan Sintren ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (Dok istimewa)
Penetapan Sintren sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (Dok istimewa)

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi didampingi istri yang sekaligus Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Munafah, Staf Ahli Bupati Siti Masruroh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati beserta Kabid Kebudayaan dan jajarannya menghadiri acara tersebut untuk menerima apresiasi, mewakili Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan rekomendasi Tim Ahli yang meliputi 5 domain / kategori sesuai dengan Konvensi 2003 UNESCO tentang Safeguarding of Intangible Cultural Heritage yang sudah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 2007 melalui Peraturan Presiden no. 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

Lima kategori tersebut yakni, pertama, Tradisi dan Ekspresi Lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda. Ke-2, Seni pertunjukan. Ke-3, Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, ke-4, Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, dan ke-5 Kemahiran kerajinan tradisional.

Kesenian Sintren
Penari Sintren Sedang Beraksi | Foto by Pasattimur Fajardewa

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai acara menyampaikan, bahwa kesenian sintren merupakan salah satu kesenian asli Kabupaten Pekalongan yang perlu dieksplorasi terus-menerus, terutama dalam rangka menegakkan kedaulatan budaya Indonesia.

“Saya berterima kasih sekali kepada seluruh pihak yang sudah sama-sama mengangkat kesenian sintren ini menjadi warisan budaya nonbendawi dan diakui secara Nasional oleh Kemendikbud sebagai kesenian khas yang bertumpu pada latar belakang kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Asip.

Ke depan, pihaknya akan mengadakan gelar budaya lokal dan sintren ini akan terus ditampilkan dan terus disempurnakan, sehingga menjadi bentuk kesenian yang dinamis, namun tetap berakar pada nilai-nilai tradisional yang sudah kita warisi secara turun-temurun.

Budayawan asal Kabupaten Pekalongan, Agus Sulistiyo, menuturkan, sintren merupakan kesenian asli dari Kabupaten Pekalongan, dalam kesejarahannya, ada data-data yang sedikit banyak berkaitan, antara cerita tutur masyarakat dengan tokoh-tokoh yang tersebut dalam sintren, antara lain tokoh Sulasih dan Sulamjono. Di mana Sulamjono dalam data sejarah disebut sebagai Penguasa Pekalongan di tahun 1632.

“Ini yang menjadikan dasar paling logis yang menyatakan bahwa sintren asli dari Kabupaten Pekalongan,” ujar Agus. (radarpekalongan)

 


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Admin

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih

TULIS KOMENTAR

.:Klik 2x Tombol-> [Close]:.
Selamat Datang