Home > PEKALONGAN > Info Pekalongan > Tradisi Rebo Pungkasan Masyarakat Pekalongan
beauty glowing

Tradisi Rebo Pungkasan Masyarakat Pekalongan

Cintapekalongan.comRebo Wekasan atau hari Rabu Pungkasan di bulan Safar selalu menjadi hari yang kramat bagi sebagian masyarakat Indonesia dan Jawa pada umumnya. Khusus masyarakat Pekalongan, Rebo Pungkasan selalu diisi dengan berbagai ritual atau tradisi yang mewarnai sepanjang pada hari tersebut.

Rebo berarti Rabu dalam bahasa Indonesia dan Wekasan artinya Pungkasan atau akhir. Secara harfiah, Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir. Lebih tepatnya lagi, ini merupakan hari Rabu terakhir dari bulan Safar (bulan kedua dari 12 bulan penanggalan tahun Hijriah).

Dalam kultur budaya Jawa, Rabu terakhir di bulan Safar inilah yang disebut sebagai Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan, adapun dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Arba Mustamir.

Ada tradisi ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, dan Madura pada hari Rebo Wekasan ini. Bentuk ritualnya umumnya ada empat macam.

Antara lain sholat tolak balak, berdoa dengan doa-doa khusus, minum air jumat, dan selamatan. Selamatan ini bisa dalam bentuk sedekah atau berbuat baik kepada sesama.

Dengan melakukan ritual-ritual tersebut, ada kepercayaan berbagai bencana dan malapetaka bisa dihindari.
Terlebih lagi di Pekalongan, masyarakat Pekalongan selalu mengisi Rebo Pungkasan dengan berbagai kegiatan dan tradisi.

Seperti pada malam harinya (Selasa malam Rabu), ba’da sholat maghrib berjamaah mereka akan membaca doa-doa tolak bala, kemudian hari rabunya mereka akan mengadakan sedekah “Udik-udikan” yakni dengan membagikan uang recehan yang jumlahnya tidak ditentukan.

Udik-udikan Pekalongan
Terlihat antusiasme warga dalam Tradisi Udik-udikan Pekalongan

Dan pada malam harinya sebagian masyarakat seperti di Klego atau Krapyak mereka akan mengadakan sedekah dengan cara “Open House” yakni mempersilahkan siapa saja untuk masuk kedalam rumah dan beramah tamah.

Baca juga : Tradisi Udik-udikan Masyarakat Pekalongan

Selain itu juga masyarakat di Pekalongan akan mengadakan selamatan dengan sedekah berupa makanan yang akan dibagikan ke tetangga sekitar rumahnya.

Tradisi Rebo Pungkasan Wonoyoso

Tradisi dari Masyarakat sekitar Desa Wonoyoso, Kabupaten Pekalongan ini cukup fenomenal. Rebo Pungkasan merupakan hari yang dianggap cukup penting bagi masyarakat desa Wonoyoso dan sekitarnya pada Rabu terakhir bulan Shaffar.

Masyarakat berduyung-duyung dari berbagai sudut untuk mengambil air dari Sumur Keramat yang berada di kompleks Masjid Jami’ Wonoyoso.

Tradisi Kliwonanan Masjid Wonoyoso
Gambaran Tradisi Kliwonanan Di Masjid Wonoyoso

Banyak orang meyakini sebagai bentuk ikhtiarnya bahwa air dari sumur tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit, memperlancar rezeki dan mempercepat jodoh. Orang-orang menyebut sumur itu dengan nama ‘Air Jan-jan’ karena menyamakan dengan “Air Zam-zam” di Makkah.

Sumur ini merupakan sumur peninggalan Waliyullah yang berada di Desa Wonoyoso dan konon pada setiap hari Rabu Pungkasan sumur ini bisa “mendidih” atau dalam bahasa Pekalongannya disebut “Mumbuk” yakni naik keatas dengan sendirinya (saat adzan maghrib berkumandang sampai keesokan harinya).

Baca juga : Tradisi Kliwonan Masjid Wonoyoso

Terlepas dari atribut pro dan kontra yang melingkupi Rebo Wekasan, tradisi ini sebenarnya adalah hal yang baik. Seperti yang dijelaskan di atas, Rebo Wekasan berisi tentang pemanjatan doa bersama sampai sedekah.

Doanya sendiri pun juga tidak macam-macam lantaran isinya adalah meminta kepada Tuhan agar dihindarkan dari bencana. Setiap tradisi pastinya memiliki nuansa dan selalu memberi pengalaman yang berkesan. Tinggal ambil yang baik dan manfaatnya saja. (Lembaga Pers IPNU & IPPNU Wonoyoso)

Kalau di daerahmu sendiri ada tradisi Rebo Wekasan apa lurr ?


donasi cintapekalongan.com

DONASI

Bantu berikan donasinya untuk mengembangkan website ini agar lebih bermanfaat. Donasi digunakan untuk perawatan server, operasional kru dan kegiatan amal. Terima Kasih


About Cintapekalongan.com

PEKALONGAN itu indah, kami ada untuk berperan dalam mencatat dan mempromosikan keindahan wisata, senibudaya, kearifan lokal, dan hal unik tentang Pekalongan. Anda bisa menjadi Kontributor untuk kemajuan daerah dengan mengirimkan ulasan/esay/tulisan ke contact@cintapekalongan.com. Terima Kasih

TULIS KOMENTAR

.:[Klik 2x Tombol][Close]:.
Donasi Pekalongan