Home > Kebudayaan > Tradisi Pekalongan > Tradisi Syawalan Balon Udara di Pekalongan

Tradisi Syawalan Balon Udara di Pekalongan

Content Protection by DMCA.com Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA

Snack Capret

●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan●

Snack Capret - kriuke pok! untuk ngemil santai bisa, untuk oleh-oleh Khas dari Pekalongan juga bisa banget. dimakan sendiri atau bareng teman & bersama keluarga biar makin erat. Rasa renyah dengan bumbu nikmat disetiap gigitan selalu bikin ketagihan. Free Deliv untuk Pekalongan Kota. ORDER via WA Klik DISINI

Cintapekalongan.com – Hari Syawalan begitulah orang Pekalongan menyebutnya. Hari tersebut adalah hari seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Jika di dearah lain seperti hari biasa pada umumnya, berbeda dengan di Pekalongan. Ini bisa dibilang merupakan hari puncak dari sebuah perayaan Idul Fitri. Dimana di tiap-tiap daerah sekitar Pekalongan mempunyai agenda ataupun Tradisi atau acara semacam perayaan yang meriah.

Sobat Cintapekalongan bisa tengok daerah Seperti Linggo Asri ada Gunungan Megono, di Desa Ambokembang ada Gethuk, di Pekajangan ada Gebral dan Di Krapyak ada Lopis Raksasa yang semuanya akan dibagikan gratis kepada masyarakat yang datang. Selain itu di Kelurahan Jenggot ada pula acara Khoul KH. Tohir yang dirayakan oleh masyarakat sekitar dengan memberikan jajan kepada masyarakat yang datang ke rumah-rumah warga. Semua kegiatan tradisi syawalan tersebut untuk ajang menjalin bersilahturahmi antar warga masyarakat.

Balon Udara Pekalongan
KLIK GAMBAR UNTUK DETAIL || Proses Pelepasan Balon Udara Pekalongan

Dan Sobat, yang unik dari Hari “Syawalan” orang Pekalongan ialah, pada pagi hari antara pukul 07:00 – 09:00 WIB selalu ada Tradisi Pelepasan Balon Udara beraneka ragam bentuk dan warna yang unik. Tradisi Balon udara ini sudah menjadi darah daging dan ciri khas Bagi Pekalongan karena sudah dilakukan turun temurun dari generasi ke generasi antar pemuda Pekalongan.

Baca : Sejarah Tradisi Balon Udara Di Pekalongan

Balon-balon tersebut tak hanya dilepas begitu saja kawan, melainkan diberi Petasan dari mulai yang kecil segede kepalan tangan hingga sebesar kaleng susu formula bayi yang besar. Tradisi ini berbahaya ? iya memang, tapi berbahaya atau tidak tergantung bagaimana orang pandai memenejemen resiko yang ada. Begitulah Sob, pada jam-jam tersebut di langit Pekalongan seperti medan perang “Bom”, dimana-mana suara seni ledakan semua tetapi malah bikin penasaran.

Seperti yang saya lihat di tempat pelepasan Balon Udara di Masjid Baitul Mu’minin Kelurahan Kuripan Lor yang melepas 4 buah balon warna-warni yang diberi petasan. yahh, meskipun petasannya tidak ada yang “super besar” ini tidak menjadi halangan bagi para pemuda kuripan lor khususnya sekitar masjid untuk berkreasi melestarikan tradisi. Justru ini yang menjadi tontonan menarik dan kepuasan tersendiri bagi warga lain yang sekedar lewat maupun yang sengaja ingin menonton. Walaupun kebanyakan merasa takut ketika petasan sudah mulai meletus, tapi kesenangan dan keriangan warga akan tercurah saat Balon sukses mengudara. Seperti ilmuan NASA ketika sukses meluncurkan satelit keluar angkasa gitu, hehe

Tradisi Syawalan Balon Udara
Balon Udara Pekalongan ketika di udara

Dari aneka bentuk Balon yang ada, tiap-tiap daerah yang meluncurkan memiliki ciri khas dan teknik pembuatan dan peluncurannya sendiri-sendiri lho sobat. Misalkan dari teknik Petasannya, ada yang terbuat dari kertas, kaleng bahkan botol. Kemudian bentuk dan warna ada yang pakai kertas warna berpola ada juga yang pakai plastik hitam. Dan lain sebagainya.

Baca juga : Filosofi Tradisi Syawalan Lopis Raksasa

Sebagai pemuda dan warga Pekalongan, saya senang dan bangga dengan Tradisi-tradisi ini. Tradisi seperti ini tidak akan ada di daerah lain hanya di Pekalongan saja. Sehingga Tradisi ini khususnya Tradisi Balon Udara akan membuat Pekalongan tetap hidup sebagai daerah yang kaya kearifan lokal, selain itu saya punya mimpi untuk membuat sebuah Festival Balon Udara di Pekalongan ketika Syawalan. Bagaimana dengan Sobat Cintapekalongan yang lain, apakah setuju dengan pendapat saya Sob ? Tulis di komentar hehe

 

Penulis : Angga

▼ Tulisan ini Bisa Dibagikan Lur ▼

About Angga Panji W

Sebagai anak Pekalongan, Saya ingin memperkenalkan kota tercinta kepada dunia dengan konten kreatif. Mari bergabung dengan saya di cintapekalogan.com untuk bersama mempromosikan Pekalongan dan bisa bermanfaat untuk warganya. Terima kasih, Salam Cinta Pekalongan

Check Also

Balon Warna warni saat Syawalan

Sejarah Tradisi Balon Udara Di Pekalongan

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...

Sintren Pekalongan

Mengenal Kesenian Sintren Yang Legendaris

Artikel blog ini dilindungi Hak cipta DMCA dan UU HAK CIPTA ●Jual Snack/Oleh-oleh Khas Pekalongan● ...